Wilayah pesisir memiliki peran strategis dalam pembangunan kota, namun juga rentan terhadap ancaman bencana alam seperti abrasi, banjir rob, dan kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan dan ketahanan kota terhadap bencana alam di kawasan pesisir Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, serta merumuskan strategi mitigasi berbasis hasil analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik skoring, pembobotan, dan analisis spasial berdasarkan pedoman BNPB (2012) dan panduan pengembangan Resilient City (2016). Data yang digunakan mencakup data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan terhadap empat aspek kerentanan (sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan) serta indikator ketahanan kota meliputi tata ruang, infrastruktur, fasilitas publik, sosial ekonomi, Teknologi Pengetahuan, perencanaan perizinan, kemampuan stakeholder dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir Kecamatan Ujung Pandang berada pada kategori rendah dengan kerentanan sosial sebagai faktor dominan. Sementara itu, tingkat ketahanan kota dikategorikan sedang hingga tinggi, ditandai dengan ketersediaan infrastruktur dasar tetapi masih terbatasnya kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat. Analisis SWOT menempatkan wilayah penelitian pada kuadran I (Strength–Opportunity), sehingga strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan tata ruang adaptif, peningkatan infrastruktur tanggap bencana, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi dan adaptasi bencana di kawasan pesisir perkotaan.