Wira Ekdeni Aifa
Fakultas Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Sayur Jantung Pisang Terhadap Kecukupan Asi Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura Fitriyana Fitriyana; Wira Ekdeni Aifa; Hirza Rahmita; Ary Oktora Sri Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3535

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah kecukupan ASI. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pemanfaatan pangan lokal yang berperan sebagai galaktagog alami, seperti jantung pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 15 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecukupan ASI yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (80%) memiliki kecukupan ASI yang tidak lancar dengan rata-rata skor 4,40 (SD = 1,056). Setelah intervensi, mayoritas responden (60%) memiliki kecukupan ASI lancar dengan rata-rata skor meningkat menjadi 5,80 (SD = 0,414). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur jantung pisang efektif dalam meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui. Pemanfaatan pangan lokal ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diakses, serta dapat diintegrasikan dalam program edukasi gizi dan laktasi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Melakukan Pijat Bayi Mandiri Di Puskesmas Siak Meri Priska; Wira Ekdeni Aifa; Ary Oktora Sri Rahayu; Fajar Sari Tanberika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3537

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi serta mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan dan sikap yang tepat dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di wilayah kerja Puskesmas Siak.. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan berjumlah 18 Responden, yang dipilih dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 ( p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Disarankan agar program pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terus ditingkatkan untuk mendukung praktik perawatan bayi di rumah