Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi normal serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia dan menempati posisi kelima dalam daftar kasus tertinggi diabetes melitus tipe II masalah utama diabetes melitus tipe II adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah. Meningkatnya faktor resiko diabetes melitus dikhawatirkan pada anak remaja. Penerapan slow deep breathing exercise efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah Metode: Penelitian ini menggunakan penelitihan kuantitatif dengan jenis penelitian dengan metode studi kasus. Sampel yang diambil sebanyak 2 responden yaitu pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 15 sampai 23 Mei 2025 dilakukan selama 3 hari berturut-turut pada setiap responden. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan dikedua klien mengatakan lebih rileks setelah melakukan tindakan slow deep breathing exercise, klien 1 hari pertama sebelum melakukan penerapan slow deep breathing exercise dengan GDS 290 mg/dl dan setelah melakukan slow deep breathing exercise mengalami penurunan 154 mg/dl dihari ketiga, dan pada klien 2 mengalami penurunan kadar glukosa darah hari pertama sebelum melakukan penerapan slow deep breathing exercise dengan GDS 272 mg/dl dan seteleah melakukan slow deep breathing exercise mengalami penurunan 135 mg/dl dihari ketiga. Kesimpulan: Penerapan slow deep breathing exercise mampu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II Saran: Peneliti menyarankan kepada klien dan keluarga untuk dapat menerapkan slow deep breathing exercise secara mandiri untuk menurunkan kadar glukosa darah.