Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Early Initiation of Breastfeeding (IMD) and the Prevention of Hypothermia in Newborns at the Tolangohula Community Health Center Nely Usman Daud; Surya Indah Nurdin; Nou.r Arriza Dwi Me. lani; Yuliandari Yunus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3821

Abstract

Hypothermia is one of the leading causes of neonatal mortality that still frequently occurs. Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) is an effective effort proven to prevent heat loss in newborns through skin-to-skin contact between mother and baby. However, at Tolangohula Health Center, the implementation rate of EIBF remains low due to mothers’ lack of knowledge and limited environmental support. This study aimed to determine the relationship between EIBF and the prevention of hypothermia in newborns at Tolangohula Health Center. A quantitative research design with a cross-sectional approach was used, involving 45 postpartum mothers as respondents selected through total sampling. Data were collected through observation of EIBF implementation and measurement of newborns’ body temperature using a thermometer, and analyzed with the chi-square test. The results showed that 34 (75.6%) mothers performed appropriate EIBF, while 11 (24.4%) did not, and there was a significant relationship between EIBF implementation and the prevention of hypothermia in newborns (p < 0.05). It can be concluded that EIBF has a significant association with hypothermia prevention, and it is recommended that health workers be more proactive in providing education to pregnant women and families regarding the importance of EIBF to improve its implementation and reduce the risk of hypothermia and neonatal mortality.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea Di RS Kota Gorontalo Wiwied Widyasmara Thaib; Dwi Nur Octaviani Katili; Surya Indah Nurdin; Sri Mulyaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.577

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan yang dilakukan karena alasan medis atau non- medis. Operasi ini melibatkan pengangkatan bayi dengan membuat sayatan melalui jaringan ikat. Sayatan ini meninggalkan reseptor rasa sakit pada luka bedah, dan rasa sakitnya meningkat setelah anestesi habis. Berdasarkan data persalinan yang ditolong oleh bidan di Provinsi Gorontalo meningkat dari 41,56% pada 2023 menjadi 47,07% pada 2024, sedangkan di Kota Gorontalo persalinan oleh dokter kandungan naik dari 65,96% pada 2023 menjadi 82,31% pada 2024, menunjukkan pergeseran ke arah layanan medis modern. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan Dukungan Suami terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea di Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini diambil dari data tanggal 15-30 Desember 2025 berjumlah 62 orang di Kota Gorontalo. Hasil penelitian diperoleh seluruh responden (62 orang atau 100%) memiliki tingkat dukungan suami tinggi dan tingkat kecemasan dalam kategori normal. Tidak ditemukan responden dengan dukungan suami kategori sedang atau rendah, maupun kecemasan ringan hingga berat. sehingga dapat ditarik kesimpulan dukungan Suami memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea di Kota Gorontalo.