Lindawati F Tampubolon
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perempuan Menopause Sewaktu Menghadapi Fase Klimakterium Di Klinik Romana Tahun 2024 Listen Karunia Barimbing; Lindawati F Tampubolon; Samfriati Sinurat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4213

Abstract

Latar Belakang : Pada perempuan yang akan memasuki masa menopause, aktifitas menstruasi akan mengalami penuruan dan pada akhirnya berhenti. Mereka akan akan mengalami fase klimakterium atau fase peralihan dari periode reproduktif ke periode non-reproduktif. Hal ini dikarenakan berkurangnya pembentukan hormon estrogen dan progesterone sehingga ovarium berhenti menghasilkan sel telur. Hal ini berdampak pada segi psikologis yaitu merasa murung, merasa tidak disayangi, mudah tersinggung dan marah. Dampak psikologis ini mengakibatkan kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain, curiga yang berlebihan, kurang konsentrasi, tidak mampu memberikan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap perempuan menopause sewaktu menghadapi fase klimakterium di Klinik Romana tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposivel sampling pada perempuan yang sudah memasuki periode menopause dengan sampel 50 responden. Instrumen dalam penelitian ini bentuk kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan kurang baik (74,0%), dan sikap perempuan menopause sewaktu menghadapi fase klimakterium memiliki sikap yang kurang baik mengenai menopause 72,0%). Hubungan pengetahuan berhubungan dengan sikap perempuan menopause sewaktu menghadapi fase klimakterium menggunakan Uji statistik fisher exact test ditemukan p-value=0,001,. \sehingga dapat disimpulkan artinya ada Hubungan pengetahuan dengan sikap perempuan menopause sewaktu menghadapi fase klimakterium. Harapan peneliti pada responden perempuan menopause di Klinik Romana pengetahuan baik dengan upaya mencari informasi di berbagai media masa dan mengikuti penyuluhan yang berhubungan dengan menopause fase klimakterium dengan meningkatkan mekanisme koping menumbuhkan gambaran diri yang baik sehingga terbentuk sikap baik pada menopause fase klimakterium.
Kualitas Hidup Pasien Jantung Coroner Ance M Siallagan; Lindawati F Tampubolon; Mei Indriani Tambunan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian global yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Penelitian sebelumnya menunjukkan mayoritas pasien penyakit jantung koroner memiliki kualitas hidup kurang baik berkisar 58,3%-70,9%, yang dipengaruhi oleh karakteristik demografi, faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti hipertensi, merokok, diabetes melitus, obesitas, dan penyesuaian gaya hidup berkelanjutan. Di Pusat Jantung Terpadu RSUP Haji Adam Malik Medan terdapat 727 pasien penyakit jantung koroner pada bulan Juli 2024, namun belum ada data spesifik mengenai gambaran kualitas hidup pasien tersebut. Kualitas hidup yang buruk dapat meningkatkan mortalitas, menurunkan produktivitas kerja, menimbulkan isolasi sosial, distress emosional, dan depresi yang berdampak pada keinginan mempercepat kematian pada pasien sakit parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kualitas hidup pasien jantung koroner di Pusat Jantung Terpadu RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas hidup dan outcome kesehatan pasien jantung koroner. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 727 pasien jantung koroner periode Juli 2024, dengan sampel sebanyak 88 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF terdiri dari 26 pertanyaan mencakup empat domain: kesehatan fisik (7 pertanyaan), psikologis (5 pertanyaan), hubungan sosial (3 pertanyaan), dan lingkungan (8 pertanyaan) dengan kategorisasi skor kurang (0-25), cukup (26-50), baik (51-75), dan sangat baik (76-100). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kualitas hidup cukup sebesar 62,5% (55 orang), kualitas hidup baik 36,4% (32 orang), dan sangat baik hanya 1,1% (1 orang). Karakteristik demografi menunjukkan rerata usia 51,65 tahun dengan dominasi perempuan 55,7%, pendidikan SMA/SMK 70,5%, beragama Islam 59,1%, tidak memiliki penyakit penyerta 71,6%, dan rerata lama menderita 40,09 bulan. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien jantung koroner masih perlu ditingkatkan melalui modifikasi gaya hidup, program rehabilitasi jantung terstruktur, peningkatan pengetahuan manajemen penyakit, dukungan psikososial, dan penguatan kesejahteraan spiritual untuk mengoptimalkan outcome kesehatan jangka panjang.