Lili Suryani Tumanggor
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Tingkat Akhir Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Greeis Winda Siahaan; Lilis Novitarum; Lili Suryani Tumanggor
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4216

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan adalah ketika seseorang merasa seperti kebingungan, timbul rasa takut, rasa yang tidak menentu, tidak berdaya dan gelisah. Cemas juga dapat terjadi pada orang yang mengalami tekanan berat seperti mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Kualitas tidur adalah ukuran seberapa puas seseorang terhadap tidur yang dapat diukur melalui beberapa aspek. Kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Metode penelitian ini korelasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling yang berjumlah 118 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 118 orang responden, memiliki tingkat kecemasan dengan kategori ringan sebanyak 66 orang (55,9%), kecemasan dalam kategori sedang sebanyak 41 orang (3,7%), dan kecemasan dalam kategori berat sebanyak 11 orang (9,3%). Sedangkan, dari 118 orang responden memiliki kualitas tidur baik sebanyak 11 orang (9,3%) dan kualitas buruk 107 orang (90,7%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiwa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 dengan hasil uji spearman rank, diperoleh p-value = 0,002 dimana (p<0,005). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,277 yang menunjukkan keeratan yang lemah dengan arah hubungan positif. Disarankan bagi seluruh mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan dapat memperbaiki kualitas tidur dengan cara membatasi penggunaan gadget dan mengerjakan tugas akademik secara disiplin.
Hubungan Kekerasan Verbal (Verbalabuse) Orang Tua Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Anak Remaja Di Smpn 2 Pancur Batu Pada Tahun 2024 Lili Suryani Tumanggor; Samfriati Sinurat; Renata Br Perangin-angin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4512

Abstract

Kepercayaan diri merupakan modal utama bagi remaja untuk mencapai kesuksesan, namun data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2018 menunjukkan 56% remaja di Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri remaja adalah kekerasan verbal yang dialami dalam lingkungan keluarga. Data KPAI tahun 2020 menunjukkan 62% anak berusia 18 tahun ke bawah telah mengalami kekerasan verbal, dengan jumlah mencapai 49,2 juta jiwa. Kekerasan verbal dari orang tua berupa kata-kata kasar, menghina, mengancam, dan membandingkan dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti penurunan harga diri, perilaku agresif, kecemasan berat, hingga depresi. Survei awal di SMPN 2 Pancur Batu menemukan sepuluh siswa kelas IX mengalami kekerasan verbal dari orang tua yang berdampak pada keengganan berbicara di depan umum dan ketidakberanian menyampaikan pendapat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekerasan verbal orang tua dengan tingkat kepercayaan diri pada anak remaja di SMPN 2 Pancur Batu tahun 2024.Metode penelitian menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 84 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner verbal abuse (23 pertanyaan) dan kuesioner kepercayaan diri (30 pertanyaan) yang telah tervalidasi. Data dikumpulkan pada bulan April 2024 dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami verbal abuse kategori sedang (47,6%) dengan tingkat kepercayaan diri sedang (59,5%). Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p=0,002 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r=-0,338, menunjukkan hubungan negatif kategori sedang yang signifikan antara kedua variabel.Kesimpulan penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan negatif antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri remaja di SMPN 2 Pancur Batu. Semakin tinggi kekerasan verbal yang dialami, semakin rendah kepercayaan diri remaja, meskipun dukungan positif dari lingkungan sekolah dan teman sebaya dapat menjadi faktor protektif yang meningkatkan kepercayaan diri.