Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Pembinaan Kepribadian Rohani bagi Narapidana Asing dalam Sistem Pemasyarakatan di Indonesia: Studi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan I Gede Aditya Bayu Purwadi; Iman Santoso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4354

Abstract

Penanganan narapidana asing dalam sistem pemasyarakatan Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks, terutama terkait dengan perbedaan budaya, bahasa, dan kebutuhan rohani. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan yang dikenal menampung sejumlah besar narapidana asing, menerapkan program pembinaan kepribadian rohani sebagai salah satu strategi pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program tersebut dalam kerangka sistem pemasyarakatan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap narapidana asing, petugas pembinaan, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan rohani di Lapas Kerobokan dilaksanakan secara inklusif, mencakup berbagai agama dan keyakinan yang dianut narapidana asing. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan spiritualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian perilaku, peningkatan disiplin, serta penciptaan iklim yang lebih kondusif di dalam lapas. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan tenaga pembina, hambatan bahasa, dan kurangnya fasilitas pendukung yang memadai. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi program pembinaan rohani bagi narapidana asing memiliki peran signifikan dalam mendukung tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk narapidana agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sekaligus menumbuhkan suasana harmonis dalam kehidupan lapas yang multikultural.
STRATEGI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG HARMONIS DI LAPAS KELAS IIB SIBORONG-BORONG Reyhan Dzaky Hutabarat; Iman Santoso
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4291-4305

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pembinaan kepribadian dalam menciptakan lingkungan yang harmonis di Lapas Kelas IIB Siborong-Borong. Lembaga pemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai sarana rehabilitasi agar narapidana mampu kembali ke masyarakat dengan sikap positif. Namun, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi tantangan seperti overkapasitas, keterbatasan sarana prasarana, minimnya tenaga pembina kompeten, serta rendahnya motivasi warga binaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kepribadian, khususnya melalui kegiatan rohani Islam dan Nasrani, mampu menumbuhkan kesadaran beragama, mengendalikan emosi, serta membentuk perilaku yang lebih baik. Strategi pembinaan dilakukan melalui pendekatan informatif, partisipatif, dan eksperiensial dengan metode bimbingan individu maupun kelompok. Interaksi humanis antara petugas dan warga binaan terbukti efektif menciptakan suasana kekeluargaan yang mendorong keberhasilan program. Meski demikian, hambatan berupa keterbatasan fasilitas, SDM, anggaran, dan latar belakang sosial warga binaan masih menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kompetensi petugas, dukungan anggaran, serta pendekatan pembinaan yang lebih personal, humanis, dan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan lapas yang harmonis dan kondusif.