Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak tergantikan, dan pemenuhannya menjadi hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air. Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat) menjadi instrumen strategis untuk mewujudkan amanat undang-undang tersebut, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Tampabulu, Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas sistem jaringan air minum berbasis masyarakat yang telah dibangun melalui program PAMSIMAS di Desa Tampabulu dan memberikan solusi terhadap permasalahan air bersih yang dialami oleh Masyarakat Desa Tampabulu, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan kinerja jaringan distribusi air minum menggunakan pendekatan teknis hidraulik berdasarkan rumus Hazen-Williams. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, idle capacity air baku sebesar 1,84 liter/detik. Sementara itu, kapasitas air baku eksisting yang tersedia saat ini hanya sebesar 1 liter/detik sehingga terdapat kekurangan debit sebesar 0,84 liter/detik yang dipenuhi melalui penambahan Sumur Gali. Penambahan ini tidak berpengaruh terhadap reservoir, karena volume reservoir eksisting adalah 18 m3 masih lebih besar dibanding kebutuhan yaitu 15,94 m3. Optimalisasi pelayanan air minum PAMSIMAS di Desa Tampabulu ini secara efektif dapat memecahkan semua permasalahan dan keluhan masyarakat Desa Tampabulu. Melalui penambahan Sumur Gali Baru dan pemasangan water meter, debit air menjadi bertambah, tekanan air menjadi lebih stabil dan masalah sosial terkendalikan.