Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teori Self-Care Orem Dalam Asuhan Keperawatan Anak Dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS) Tazkiah Aulia; Nyimas Heny P
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4459

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi prematur di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi surfaktan paru yang mengakibatkan kolaps alveoli, gangguan pertukaran gas, hipoksemia, hingga gagal napas. Insidensi RDS berbanding terbalik dengan usia gestasi, di mana risiko tertinggi terjadi pada bayi dengan usia kehamilan kurang dari 30 minggu. Kemajuan perawatan intensif neonatal, termasuk terapi surfaktan eksogen dan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), telah meningkatkan angka kelangsungan hidup. Namun, peran perawat tetap sangat penting dalam memberikan asuhan yang komprehensif. Penerapan Teori Self-Care Orem memberikan kerangka konseptual yang jelas untuk mengintegrasikan stabilisasi fisiologis, pendekatan family-centered care, dan pemberdayaan orang tua. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara rinci penerapan Teori Self-Care Orem dalam asuhan keperawatan bayi dengan RDS. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dan tinjauan literatur. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan oksigenasi, termoregulasi, nutrisi, serta penanganan kecemasan dan edukasi orang tua. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis bayi berupa peningkatan saturasi oksigen, penurunan tanda-tanda distress pernapasan, peningkatan toleransi nutrisi, serta penguatan keterlibatan keluarga dalam perawatan. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Orem sebagai model holistik dalam keperawatan neonatal, yang menjembatani praktik berbasis bukti dengan partisipasi keluarga secara penuh dalam proses pemulihan.
Aplikasi Model Adaptasi Roy pada Anak dengan Gangguan Keseimbangan Nutrisi Amelia Hartika Rani; Dwi Budiyati; Nyimas Heny P
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17173

Abstract

ABSTRACT Typhoid fever is a tropical disease that often attacks children, especially toddlers, and can cause problems with the digestive system and affect the level of consciousness. Adequate nutrition plays an important role in increasing the body's endurance, accelerating healing, and preventing complications and recurrence. Roy's adaptation model can support patients in responding adaptively. To evaluate the effectiveness of the application of the Roy adaptation model in overcoming nutritional balance disorders in children with typhoid fever. Case study of two pediatric patients with typhoid fever who experienced nutritional balance disorders. Nursing interventions are carried out using the Roy adaptation model approach. Both patients successfully adapted to nutritional balance disorders. Second management patients show faster adaptation and recovery than first treatment patients. Factors that influence the success of adaptation include the client's age, parental support, environmental temperature, stress level, and severity of illness. Conclusion: Application of the Roy adaptation model is effective in supporting the adaptation of pediatric patients with typhoid fever to nutritional balance disorders. The nurse's ability to manage stimuli that affect the patient's nutritional status plays an important role in increasing the patient's adaptive capacity. Keywords: Roy Adaptation, Nutritional Disorders, Gastrointestinal System, Typhoid Fever  ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit tropis yang sering menyerang anak-anak, terutama balita, dan dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan serta mempengaruhi tingkat kesadaran. Nutrisi adekuat berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi serta kekambuhan. Model adaptasi Roy dapat mendukung pasien dalam merespon secara adaptif. Mengevaluasi efektivitas aplikasi model adaptasi Roy dalam mengatasi gangguan keseimbangan nutrisi pada anak dengan demam tifoid. Studi kasus pada dua pasien anak dengan demam tifoid yang mengalami gangguan keseimbangan nutrisi. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan pendekatan model adaptasi Roy. Kedua pasien berhasil beradaptasi terhadap gangguan keseimbangan nutrisi. Pasien kelolaan kedua menunjukkan adaptasi dan pemulihan yang lebih cepat dibandingkan pasien kelolaan pertama. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan adaptasi meliputi usia klien, dukungan orang tua, temperatur lingkungan, tingkat stres, dan tingkat keparahan penyakit. Aplikasi model adaptasi Roy efektif dalam mendukung adaptasi pasien anak dengan demam tifoid terhadap gangguan keseimbangan nutrisi. Kemampuan perawat dalam mengelola stimulus yang mempengaruhi status nutrisi pasien berperan penting dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pasien. Kata Kunci: Adaptasi Roy, Gangguan Nutrisi, Sistem Gastrointestinal, Demam Tifoid