Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of computer science and information technology

ANALISIS DESKRIPTIF PERSEPSI FoMO DAN KONSTRUK UTAUT2 DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA Farhana Wahidiyah; Lailita Ayuningtias; Muhammad Dika Aditya Fazrulillah; Ahmad Solih Darmawan; Rifalsya Dwi Putra Safe'i; Ryan Putra Laksana
Journal of Computer Science and Information Technology Vol. 3 No. 4 (2026): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jcsit.v3i4.4274

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian integral dari aktivitas digital mahasiswa, digunakan untuk memperoleh informasi, hiburan, dan berinteraksi secara sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap Fear of Missing Out (FoMO), empat konstruk UTAUT2 (social influence, hedonic motivation, habit, dan facilitating conditions), serta intensitas penggunaan media sosial, sebagai studi eksploratif deskriptif awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 206 mahasiswa aktif jenjang S1, D3, dan D4 berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui purposive sampling, dengan instrumen skala Likert 1–5 yang disebarkan melalui Google Forms. Data dianalisis secara deskriptif melalui persentase jawaban pada setiap indikator, tanpa menyertakan rincian angka per konstruk agar fokus pada pola umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses teknis dan kebiasaan menjadi faktor yang paling menonjol dalam persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media sosial, melampaui peran motivasi kesenangan dan pengaruh sosial. Pada aspek FoMO, perilaku penggunaan berulang tampak lebih menonjol dibandingkan kekhawatiran emosional yang dinyatakan secara eksplisit, mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial mahasiswa cenderung berlangsung secara otomatis dan berulang. Intensitas penggunaan media sosial pada mahasiswa secara umum tergolong tinggi, memperkuat gambaran bahwa media sosial telah menjadi bagian dominan dari aktivitas digital sehari-hari. Temuan ini bersifat deskriptif dan eksploratif; penelitian tidak dimaksudkan untuk menguji atau menyimpulkan hubungan sebab-akibat antarvariabel, dan pengujian inferensial direkomendasikan bagi penelitian lanjutan.
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNAAN CHATGPT DALAM AKADEMIK MAHASISWA DENGAN PENDEKATAN TAM Niken Rahma Diasri; Cindy Fitria Maharani; Raihan Isad; Muhammad Rafi Abdul Khalid; Damar Aditya; Ryan Putra Laksana
Journal of Computer Science and Information Technology Vol. 3 No. 4 (2026): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jcsit.v3i4.4276

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam kegiatan akademik menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian dilakukan pada mahasiswa aktif Universitas Esa Unggul Kampus Tangerang/Citra Raya angkatan 2022–2025 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Forms yang disusun berdasarkan variabel TAM, yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, dan niat perilaku menggunakan. Dari populasi 19.735 mahasiswa, diperoleh 200 responden berdasarkan perhitungan rumus Slovin dengan margin of error 7,1%, sehingga telah memenuhi jumlah sampel minimum. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase melalui tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT memperoleh penerimaan yang positif di kalangan mahasiswa. Sebanyak 74,4% responden menggunakan ChatGPT secara rutin untuk mendukung aktivitas akademik. Mayoritas responden menilai ChatGPT membantu mempercepat penyelesaian tugas, mempermudah pemahaman materi, serta meningkatkan efektivitas belajar. Selain itu, ChatGPT dinilai mudah digunakan sebagai media pendukung pembelajaran. Namun, niat untuk terus menggunakan ChatGPT tercatat lebih rendah dibandingkan persepsi terhadap manfaat dan kemudahan penggunaannya. Pemanfaatan ChatGPT dalam kegiatan akademik tetap perlu disertai dengan etika akademik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis