Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Penerimaan Aplikasi Keimigrasian pada Direktorat Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Irza Khalied Mawardi; Ryan Putra Laksana; Badie Uddin; Qori Halimatul Hidayah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i5.7775

Abstract

Penerapan Single Sign-On (SSO) dalam aplikasi keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi akses pengguna terhadap berbagai layanan digital secara lebih aman dan praktis. Namun, adopsi teknologi ini masih menghadapi tantangan terkait tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan pengguna terhadap sistem SSO menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), dengan menganalisis faktor-faktor utama seperti perceived usefulness (persepsi kegunaan), perceived ease of use (persepsi kemudahan penggunaan), attitude toward using (sikap terhadap penggunaan), behavioral intention to use (niat untuk menggunakan), dan Actual System Usage (penggunaan sistem aktual). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada pengguna aplikasi keimigrasian yang telah menggunakan SSO. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengukur hubungan antara variabel dalam TAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dan kegunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap pengguna dalam menerima SSO. Selain itu, faktor keamanan dan kepercayaan juga memainkan peran penting dalam meningkatkan niat pengguna untuk terus menggunakan sistem ini. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun SSO memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi layanan keimigrasian, keberhasilannya sangat bergantung pada persepsi positif pengguna terhadap kemudahan dan manfaat yang ditawarkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan pengalaman pengguna, sosialisasi yang lebih luas, serta penguatan aspek keamanan dalam implementasi SSO.
IoT-Based Home Security System: ESP32-CAM Integration and Real-Time Notification Qori Halimatul Hidayah; Ryan Putra Laksana; Ary Prabowo; Dwi Santika Simatupang
International Transactions on Education Technology (ITEE) Vol. 4 No. 2 (2026): International Transactions on Education Technology (ITEE)
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/itee.v4i2.956

Abstract

Conventional home security systems are generally unable to provide real-time monitoring accompanied by visual evidence when suspicious activity occurs, so the user response rate is still low. The development of the Internet of Things (IoT) allows the integration of sensors, cameras and communication platforms to produce more adaptive and responsive security systems. This research aims to develop a prototype IoT-based home security system using ESP32-CAM and PIR sensors integrated with the Telegram Bot API to provide image-based au- tomatic notifications. The research was carried out through the stages of needs identification, literature study, design, prototype development, and functional testing. The system is designed to detect movement via a PIR sensor, take im- ages using the ESP32-CAM, store them on MicroSD media, and send real-time notifications to users via the Telegram platform. Test results show that the sys- tem is able to detect movement accurately, take images with stable quality, and send notifications with a 100% success rate as long as a network connection is available. Moreover, there is also the provision of manually executing /takefoto commands for remotely monitoring the system. This research work contributes towards designing a home security system which is not only cost-effective but is also relatively simple to implement and highly adaptable in the community environment. Future development could involve cloud data storage and video recording capabilities.
Analysis of IT Service Management at PT Bukit Asam Tbk using the ITIL V4 Framework Alda Putri Zahara; Yulhendri; Adi Widiantono; Qori Halimatul Hidayah
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v12i1.3277

Abstract

PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) is a mining company that utilizes information technology to support its business. In practice, IT services play an important role in supporting business operations from production, security, to supply chains. These services are also subject to Incident s and problems such as network disruptions, application troubleshooting, password resets, work device repairs, and access rights requests. Therefore, PTBA needs to implement Incident and Problem Management practices based on the ITIL V4 framework to handle Incident s as quickly as possible, so that their impact can be minimized and repeated Incident s prevented. This study aims to determine the extent of the implementation of Incident and Problem Management practices at PTBA using the ITIL V4 Maturity Level Self Assessment questionnaire. The questionnaire was distributed to eight stakeholders selected through purposive sampling. The results of the study show that the implementation of Incident Management practices at PTBA is at Level 3 (Product) with a gap of 1 from the target level, and Problem Management practices are at Level 3.5 (Quality Control) with a gap of 0.5 from the target level. Core processes such as recording, classification, prioritization, escalation, handling, and closure have mostly been implemented. However, there are weaknesses such as prioritization not being based on impact, and cross-party coordination not being fully structured. Therefore, recommendations were compiled based on ITIL V4 Incident and Problem Management practices, with the hope of helping PTBA improve the quality of its IT services.
Dinamika Komunikasi Digital: Peluang dan Tantangannya bagi Gen Z: Penelitian Nurmala; Qori Halimatul Hidayah; Muda Wali
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5276

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi digital meliputi peluang dan tantangannya bagi gen Z. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature. Perkembangan zaman dan teknologi membawa perubahan yang signifikan dalam semua aspek kehidupan manusia. Dalam bidang komunikasi yang kerap disebut era digital ini juga mengalami banyak pergeseran dari komunikasi langsung saat ini manusia lebih banyak memanfaatkan media komunikasi digital untuk berintaraksi. Gen Z adalah genarasi yang aktif menggunakan media komunikasi, dimana mereka merupakan generasi yang hadir dan tumbuh bersamaan dengan berkembangnya teknologi digital. Media komunikasi digital yang populer di kalangan gen Z yaitu media sosial. Hampir semua aktifitas hari-harinya mengandalkan media komunikasi dalam mencapai tujuannya. Kehadiran media komunikasi digital pada dasarnya memberi banyak dampak positif bagi penggunanya, diantaranya sebagai literasi dalam aktifitas pembelajaran, sebagai sarana untuk mengeksplorasi bakat atau kreatifitas, berbagi pengalaman, ilmu atau memberi hiburan pengguna lainnyaserta dapat menjadi sarana dalam menambah penghasilan dengan menjadi content creator yang mengedukasi dan menghibur. Namun kemudahan tersebut juga menjadi tantangan bagi gen Z di era digital akibat kurangnya pemahaman dan kecakapan dalam pemanfaatan media komunikasi digital secara baik, terampil, dan bijak sehingga penyalahgunaan media digital yang berdampak negative bagi dirinya dan orang lain seperti fomo, pelanggaran etika digital, terlibat dalam perdebatan yang tidak perlu di media sosial, kecanduan gedged, kesehatan mental dan informasi yang overload/hoak. Pemanfaatan komunikasi digital bagi gen Z sebaiknya tidak hanya kreatif tetapi harus memberi keamanan dan kenyamanan bagi komunikator dan komunikan di ruang digital.
Implementasi Program Learn to Code, Shape the Future dalam Meningkatkan Kompetensi Coding di Era Digital : Penelitian Dewi Setiowati; Qori Halimatul Hidayah; Azifa Habiba
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7565

Abstract

Code Unity Festival adalah tradisi tahunan yang dinantikan oleh mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi. Para peserta adalah mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer jenjang Sarjana (S1). Program dirancang untuk meningkatkan kompetensi coding peserta melalui pembelajaran bertahap, dimulai dari tingkat beginner, intermediate, hingga advanced melalui coding class dan coding fefstival untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang mumpuni, tidak hanya dalam memahami teori tetapi juga dalam pengaplikasian praktis di Era Digital. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resource), yang mana peserta mahasiswa terlibat secara aktif baik tahapan coding class dan coding festival dalam setiap tahapan pelatihan melalui praktik langsung (learning by doing).  Pada tahun 2026 ini, Code Unity Festival mengusung tema "Learn to Code, Shape the Future", yang merefleksikan semangat inovasi digital , kerja sama, dan kreativitas sebagai pilar utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia teknologi yang terus berkembang. Kegiatan program ini berhasil menyeleksi mahasiswa tahap awal menuju Olimpiade Gemastik, acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform strategis untuk mengasah dan mengukur kemampuan akademik mahasiswa dalam bidang teknologi dan algoritma pemrograman.   The Code Unity Festival is an annual tradition eagerly awaited by students of the Faculty of Computer Science at Universitas Esa Unggul, Bekasi Campus. The participants are undergraduate students from the Faculty of Computer Science. The program is designed to enhance participants' coding competence through a progressive learning path—spanning beginner, intermediate, and advanced levels—utilizing coding classes and coding festivals to equip them with robust technical knowledge and skills, fostering not only theoretical understanding but also practical application in the digital era. The implementation method for this community service initiative employs the PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resource) approach, wherein student participants are actively involved in both the coding class and coding festival stages of the training through hands-on practice (learning by doing). In 2026, the Code Unity Festival adopts the theme "Learn to Code, Shape the Future," reflecting the spirit of digital innovation, collaboration, and creativity as key pillars in preparing the younger generation to face the challenges of the ever-evolving world of technology. This program successfully selected students for the initial stage of the Gemastik Olympiad; the event serves not only as a competition but also as a strategic platform to hone and assess students' academic capabilities in technology and programming algorithms.