Fakhrurrozi Fakhrurrozi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Buku Bahasa Arab Kelas XII Kurikulum Merdeka Berdasarkan Kriteria Dr. Rusydi Ahmad Thu'aimah Fakhrurrozi Fakhrurrozi; Muhaiban Muhaiban
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kesesuaian Buku Bahasa Arab Kelas XII SMA/MA Kurikulum Merdeka (eNHa Press) terhadap kriteria penyusunan materi ajar Dr. Rusydi Ahmad Thu'aimah, yang diperkuat dengan pedoman Kurikulum Merdeka (KMA No. 450 Tahun 2024 dan TP/ATP Fase F). Analisis ini didasarkan pada hipotesis bahwa desain buku yang ringkas (4 Bab/tahun) berpotensi melanggar Asas Psikologi Thu'aimah dan menimbulkan linguistic overload. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan Analisis Isi (Content Analysis). Instrumen didasarkan pada operasionalisasi empat asas Thu'aimah (Linguistik, Psikologi, Budaya, dan Pedagogis). Data primer adalah konten buku teks, didukung data sekunder berupa regulasi Kurikulum Merdeka. Hasil menunjukkan buku teks memiliki tingkat kesesuaian moderat. Kekuatan utama terdapat pada Asas Pedagogis melalui integrasi empat keterampilan (Mahārāt Lughawiyyah) dan penggunaan QR Code sebagai Muṣāḥabāt al-Kitāb modern. Namun, ditemukan dua kelemahan fundamental: Pertama, pelanggaran prinsip Gradasi Psikologis (at-tadarruj) karena struktur 4 Bab memaksa pemadatan materi tata bahasa kompleks (3 topik Qawā'id utama per unit), yang bertentangan dengan filosofi achievable competence Kurikulum Merdeka. Kedua, terdapat kelemahan krusial pada Asas Linguistik karena buku tidak menyajikan fokus eksplisit pada pelatihan Aṣwāt (Bunyi). Hal ini gagal memenuhi ekspektasi Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka yang secara tegas mencantumkan penguasaan "fonem" dalam elemen Menyimak. Kesimpulan merekomendasikan perlunya dekonstruksi unit pembelajaran menjadi 8-10 bab per tahun untuk memperbaiki gradasi (at-tadarruj), serta penambahan perangkat pedagogis wajib seperti Buku Panduan Guru dan modul Aṣwāt eksplisit..