Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Insulin dalam Tubuh dan Kaitannya dengan Diabetes Mellitus pada Pasien di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Ferdiyanto Dayi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4554

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) ditandai oleh resistensi insulin progresif dan disfungsi sel β pankreas, yang sering diperburuk oleh obesitas dan akumulasi lemak sentral. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara dinamika insulin, parameter metabolik, dan karakteristik klinis pada pasien DMT2 di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, Gorontalo, Indonesia. Analisis cross-sectional dilakukan pada 130 partisipan (58 laki-laki, 72 perempuan; rata-rata usia 54,7 ± 9,3 tahun) dengan pengukuran glukosa puasa, HbA1c, insulin puasa, HOMA-IR, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan lama menderita diabetes. Hasil menunjukkan bahwa indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang tinggi berkorelasi signifikan dengan HOMA-IR dan HbA1c yang lebih tinggi (p < 0,05). Terapi insulin menurunkan glukosa puasa (8,6 ± 2,4 mmol/L) dan HbA1c (7,7 ± 1,1%) dibandingkan obat antidiabetes oral, tetapi HOMA-IR tetap tinggi, menunjukkan resistensi insulin yang persisten. Lama menderita diabetes dan usia berkorelasi negatif dengan insulin puasa (r = -0,38, p < 0,01), menandakan disfungsi sel β yang progresif. Analisis multivariat mengidentifikasi indeks massa tubuh (β = 0,42, p < 0,001), glukosa puasa (β = 0,35, p = 0,002), dan lama menderita diabetes (β = -0,28, p = 0,011) sebagai prediktor independen HOMA-IR. Faktor psikososial, termasuk tantangan kepatuhan terapi dan miskonsepsi, juga berperan terhadap kontrol glikemik. Temuan ini menekankan bahwa obesitas, hiperglikemia, dan faktor psikososial memengaruhi resistensi insulin pada DMT2. Integrasi terapi farmakologis dengan modifikasi gaya hidup dan edukasi pasien diperlukan untuk mengoptimalkan sensitivitas insulin dan pengendalian glikemik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman faktor multifaktorial pada DMT2 dan menjadi dasar penelitian lebih lanjut mengenai intervensi terpadu dan strategi perilaku yang disesuaikan dengan budaya untuk meningkatkan hasil metabolik..