Setiadi, The Agnes Angelita
Jurnal e-Komunikasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Isi Implementasi Elemen Competitive Identity pada Nation Branding “Imagine Your Korea” di Facebook Setiadi, The Agnes Angelita
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.38 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi elemen competitive identity pada nation branding “Imagine Your Korea” yang dilakukan melalui media sosial Facebook. Menurut pakar nation branding, Simon Anholt, ada 6 elemen competitive identity yang seharusnya ada pada nation branding yaitu promosi pariwisata, budaya, brand yang diekspor, kebijakan, masyarakat, dan investasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasilnya, peneliti mendapatkan data bahwa keenam elemen competitive identity terimplementasikan pada nation branding “Imagine Your Korea”, hanya saja tidak merata jumlahnya. “Imagine Your Korea” lebih menekankan pada elemen promosi pariwisata, budaya, dan masyarakat, yang memang sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diperkenalkan sejak awal. Peneliti juga melakukan tabulasi silang antara elemen competitive identity dengan perolehan feedback, dan didapati bahwa memang lebih banyak feedback yang terdapat pada elemen promosi pariwisata, budaya, dan masyarakat. Dalam prakteknya, nation branding “Imagine Your Korea” telah melaksanakan tujuan utama public relations, yaitu menyampaikan pesan yang sesuai dengan kebutuhan publiknya dan mencapai kesepahaman.
Penerapan Salah Kaprah Ungkapan “Jer Basuki Mawa Beya” Setiadi, The Agnes Angelita
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.711 KB) | DOI: 10.32528/ins.v15i1.1698

Abstract

Indonesia adalah negara dengan bentuk republik dan menganut sistem demokrasi, dimana pemerintahan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan bentuk pemerintahan seperti ini dan kondisi masyarakat yang sangat beragam, mustahil apabila tidak ada pemimpin. Dengan sistem yang sudah ditentukan sedemikian rupa, ada berbagai jabatan kepemimpinan yang dapat ditempati oleh salah seorang rakyat, mulai dari tingkat eksekutif, legislatif dan yudikatif. Banyaknya kesempatan yang tersedia untuk menduduki posisi kepemimpinan membuat persaingan antar individu atau kelompok golongan tertentu menjadi sangat ketat, apalagi jika sudah mendekati hari-hari pemilihan umum (pemilu) seperti saat ini. Akibatnya ada usaha-usaha negatif yang juga dilakukan demi mendapatkan kemenangan, seperti misalnya politik uang. Namun permasalahan di negara ini tidak hanya berhenti disitu, setelah pemilu selesai maka ganti korupsi yang menggerogoti lembaga pemerintahan. Politik uang dan korupsi yang seakan sudah membudaya ini, rupanya bisa disebabkan oleh 2 hal berikut: keinginan berkuasa yang kebablasan dan karena sudah begitu banyak individu yang melakukan korupsi dan politik uang.  Kedua hal ini membutakan para pemimpin dan wakil rakyat yang akhirnya malah menyalahgunakan ungkapan yang berasal dari kebudayaan Jawa yang luhur: “Jer Basuki Mawa Beya”. Dengan artikel ini hendaknya kita kembali mencermati, menjiwai dan melakukan ungkapan “Jer Basuki Mawa Beya” secara benar dan sesuai konteksnya.