Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Metakognisi Siswa Kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan Dalam Memecahkan Masalah Program Linear Fitriayu Fitriayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metakognisi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dalam menyelesaikan masalah program linear. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa meskipun program linear merupakan materi penting dalam kurikulum matematika SMA, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah terkait materi ini masih tergolong rendah, tercermin dari banyaknya siswa yang langsung mencari jawaban tanpa melalui tahapan pemahaman, perencanaan, pelaksanaan, dan pemeriksaan kembali. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji secara mendalam bagaimana siswa mengelola metakognisinya ketika menyelesaikan soal program linear. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan, dan sampel terdiri atas empat siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi dua siswa dengan kemampuan metakognisi tinggi dan dua siswa dengan kemampuan metakognisi rendah. Instrumen penelitian mencakup observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, dengan didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi berada pada level 4 dengan pelaksanaan metakognisi yang komprehensif meliputi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi secara menyeluruh. Siswa dengan kemampuan sedang berada pada level 3 dengan kemampuan perencanaan dan pemantauan yang cukup baik namun evaluasi masih terbatas. Siswa dengan kemampuan rendah berada pada level 2 dengan aktivitas metakognisi terbatas pada perencanaan dan pemantauan saja. Kesimpulannya, tingkat metakognisi siswa bervariasi sesuai dengan kemampuan matematikanya, dan pemahaman mendalam tentang level metakognisi siswa penting untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.