Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di RSUD Dr.Darsono Pacitan Agus Malik Zakaria; Endrat Kartiko Utomo; Ucik Ernawati; Yanti Dwi Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5403

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkontribusi signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian. Upaya pengelolaan hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga intervensi non-farmakologis, salah satunya aromaterapi lavender yang diketahui memiliki efek relaksasi dan potensial menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD dr. Darsono Pacitan. Metode penelitian menggunakan experiment pre-posttest serta alat tensimeter dan diffuser sebagai alat bantu dengan dua responden penderita hipertensi yang menerima intervensi aromaterapi lavender selama tiga hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi setiap harinya menggunakan tensimeter digital. Data pengkajian pasien meliputi kondisi klinis, riwayat penyakit, dan tanda vital sebelum intervensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi lavender memberikan penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik pada kedua responden. Penurunan terbesar terjadi pada hari pertama dan kedua, sedangkan hari ketiga menunjukkan penurunan yang lebih kecil, diduga akibat adaptasi tubuh terhadap stimulus aromaterapi atau pengaruh faktor fisiologis dan psikologis lain. Selain menurunkan tekanan darah, aromaterapi juga meningkatkan kenyamanan subjektif pasien, ditandai dengan berkurangnya keluhan pusing dan meningkatnya rasa relaksasi. Aromaterapi lavender efektif digunakan sebagai intervensi tambahan untuk membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.
RELATIONSHIP BETWEEN BODY IMAGE AND QUALITY OF LIFE IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS AT Dr. HARDJONO REGIONAL HOSPITAL PONOROGO Agita Afrillia Putri; Ucik Ernawati
Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic renal failure (CKD) is a condition of progressive and permanent decline in kidney function. One of the main therapies is hemodialysis, which has an impact on significant physical changes and perceptions of body image and quality of life.This study aims to analyze the relationship between body image and quality of life of patients with GGK who undergo hemodialysis at Dr. Harjono Ponorogo Hospital. The study used a quantitative approach, correlational design, and cross-sectional method. A sample of 94 patients was selected using purposive sampling technique. The instruments used were MBRSQ questionnaire for body image and WHOQOL-BREF for quality of life. The results spearman test showed a significant relationship between body image and quality of life (r = 0.630; p < 0.001). Patients with positive body image tend to have better quality of life.Body image is an important factor in supporting the quality of life of patients with CKD. Psychosocial interventions are needed in nursing care to improve self-acceptance and positive body image.