Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Syok Hipovolemik Grade II EC Kehamilan Ektopik Terganggu Susp Adneksa Kanan Pada G1P0A0 Hamil 9 Minggu, Riwayat Infertilitas Primer 4 Tahun : Sebuah Studi Kasus Shefia Karyani Larasati; Budi Utomo Lumunon; Damarizqa Dara Sjahrudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5739

Abstract

Latar Belakang Kehamilan ektopik merupakan kondisi gawat darurat obstetri akibat implantasi embrio di luar kavum uteri, terutama pada tuba falopi. Ruptur tuba dapat menyebabkan perdarahan masif yang berisiko tinggi menimbulkan mortalitas dan morbiditas ibu, sehingga diagnosis dan penatalaksanaan cepat sangat diperlukan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk melaporkan kasus kehamilan ektopik terganggu untuk menekankan pentingnya deteksi dini dan tatalaksana tepat.Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis studi kasus Ny. NWR, 30 tahun, G1P0A0, datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat abdomen bawah menjalar ke ulu hati, disertai perdarahan pervaginam, nyeri berkemih, dan mual. Pemeriksaan fisik menunjukkan anemia, takikardi, nyeri tekan abdomen, serta nyeri goyang portio. USG memperlihatkan cairan bebas intraabdomen dan massa adneksa kiri berukuran 40×30 mm, sementara laboratorium menunjukkan Hb 11,2 g/dL dan leukositosis 20.900/µL. Pasien ditegakkan diagnosis kehamilan ektopik terganggu dan ditatalaksana dengan resusitasi cairan, transfusi PRC, antibiotik profilaksis, serta dilakukan laparatomi eksplorasi cito. Hasil Selama tindakan laparotomi eksplorasi, ditemukan darah dan gumpalan darah pada rongga peritoneum,sedangkan pada pars ampula tuba kiri tampak membesar kesan sesuai dengan KET, sehingga dilakukan salpingektomi parsial. Pasca operasi pasien mendapatkan terapi lanjutan berupa doksisiklin 100 mg dua kali sehari per oral selama 14 hari, asam mefenamat 500 mg tiga kali sehari per oral, paracetamol 1000 mg tiga kali sehari per oral, ranitidin 150 mg dua kali sehari per oral, dan ferrous sulfate 300 mg dua kali sehari per oral. Kesimpulan Kehamilan ektopik terganggu memerlukan kewaspadaan tinggi, diagnosis cepat, dan intervensi segera untuk menurunkan angka mortalitas ibu dan menjaga fungsi reproduksi.