Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Aplikasi WhatsApp dalam Mendorong Interaksi Pendengar dengan Radio Sonora Palembang M.Bariq Khairullah; Abdur Razzaq; Putri Citra Hati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5790

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan media, termasuk dalam dunia penyiaran radio. Salah satu platform komunikasi yang paling berpengaruh adalah WhatsApp, yang kini menjadi media utama interaksi antara penyiar dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pemanfaatan WhatsApp oleh Radio Sonora Palembang sebagai media interaksi, menggali pola komunikasi dua arah yang terbentuk, serta menganalisis peran WhatsApp dalam membangun kedekatan emosional dan dinamika siaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyiar dan pendengar aktif, serta dokumentasi pesan WhatsApp yang masuk selama siaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi tulang punggung komunikasi antara penyiar dan pendengar, terutama dalam permintaan lagu, penyampaian informasi lalu lintas, voice note, serta komentar spontan terkait topik siaran. Penyiar merespons pesan dengan cepat, hangat, dan personal, sehingga menciptakan interaksi interpersonal yang dekat, natural, dan berkelanjutan. Pendengar merasa lebih dihargai dan terlibat aktif dalam siaran karena mereka dapat memberikan kontribusi langsung terhadap isi program. Selain itu, penggunaan voice note memperkuat dramaturgi siaran melalui kehadiran suara pendengar secara langsung. Secara keseluruhan, WhatsApp terbukti memegang peran signifikan dalam membentuk karakter siaran yang lebih hidup, interaktif, dan responsif di Radio Sonora Palembang. Penelitian ini menegaskan bahwa WhatsApp bukan sekadar alat komunikasi teknis, tetapi menjadi ruang partisipasi publik yang memperkuat hubungan antara media dan audiens di era digital.