Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Anggota terhadap Praktik Fraud dan Efektivitas Pengawasan Internal: Studi Kasus pada Koperasi ABC Anisa Atla Dewi Saputri; Jajang Hidayat; Adi Wiratno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5828

Abstract

Koperasi menghadapi risiko fraud yang signifikan dengan rata-rata 18 persen koperasi terlibat dalam praktik kecurangan, menyebabkan kerugian mencapai Rp26 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi anggota Koperasi Koperasi ABC terhadap praktik fraud dan mengevaluasi efektivitas pengawasan internal dalam mencegah kecurangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, melibatkan wawancara mendalam dengan tiga informan utama (Ketua, Bendahara, dan Admin), observasi partisipatif terhadap Rapat Anggota Tahunan, serta analisis dokumentasi sistem pengendalian internal. Populasi adalah seluruh anggota Koperasi Koperasi ABC, dengan pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling hingga mencapai data saturation. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengurus terhadap fraud bersifat multidimensional mencakup dimensi finansial, behavioral, operasional, dan teknis. Sistem pengendalian internal yang mengintegrasikan COSO framework dengan pengendalian sosial berbasis budaya organisasi terbukti efektif meningkatkan pencegahan fraud hingga 85,3 persen. Transparansi laporan keuangan dan akses informasi terbuka menciptakan mekanisme peer auditing yang powerful dalam mendeteksi anomali. Budaya organisasi yang menekankan kekeluargaan dan gotong royong berfungsi sebagai soft control menghasilkan compliance lebih tinggi dibanding hard control formal. Kesimpulannya, integrasi pengendalian formal dan sosial menciptakan ekosistem fraud prevention yang komprehensif dan resilient, dimana budaya organisasi yang kuat menjadi fondasi utama pencegahan fraud berkelanjutan di organisasi koperasi yang member-oriented.
The Role of Financing of Sharia Microfinance Institutions in Driving the Development of Small and Medium Industries Nurfahmi Fadlillah; Jajang Hidayat
Jurnal Riset Akuntansi Soedirman Vol 5 No 1 (2026): JURNAL RISET AKUNTANSI SOEDIRMAN
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jras.2026.5.1.22131

Abstract

Small and Medium Industries (IKM) play a strategic role in the national economy, yet continue to face structural barriers related to limited access to formal financing. This condition positions Islamic Microfinance Institutions (LKMS) as a viable alternative through the provision of sharia-based financing that is more inclusive and equitable. This study aims to analyze the influence of three LKMS financing scheme mudharabah, musyarakah, and murabahah on the development of IKM in Banyumas Regency. A quantitative approach with a causal design was employed, involving 35 IKM respondents selected through purposive sampling and analyzed using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS. The outer model evaluation indicated that all outer loadings exceeded 0.70, with Average Variance Extracted (AVE) values ranging from 0.734 to 0.811 and Composite Reliability ranging from 0.892 to 0.945, confirming construct validity and reliability. The inner model results revealed that mudharabah exerted the most dominant effect (β = 0.415; p = 0.007), followed by musyarakah (β = 0.334; p = 0.050) and murabahah (β = 0.114; p = 0.042), with the model explaining 64.4% of the variance in IKM development (R² = 0.644). These findings suggest that LKMS should prioritize profit-and-loss sharing schemes while integrating digital services to expand inclusive financing outreach for small and medium enterprises.