Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesiapan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Deep Learning untuk Pembelajaran Homeschooling Anisa Ruhi Shabrina; Liza Satria; Suhaila Putri Siregar; Winara Winara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5954

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan Deep Learning untuk pembelajaran Homeschooling. Dalam konteks homeschooling yang fleksibel, pendekatan ini mendorong peserta didik menjadi subjek aktif yang didorong untuk tidak hanya menguasai literasi dasar, tetapi juga mengembangkan kompetensi abad ke-21. Alat dan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan deep learning pada pembelajaran homeschooling di PKBM Homeschooling Medan Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil yang didapatkan guru PKBM HomeschoolingMedan Timur telah merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian materi tetapi juga menekankan pengembangan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas dan kemandirian belajar. Penerapan pendekatan deep learning di PKBM HomeschoolingMedan Timur telah menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan pengalaman belajar yang berarti, mendalam dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. Kesimpulan penelitian, guru di PKBM Homeschooling Medan Timur memiliki kesiapan yang baik dalam menerapkan pendekatan deep learning. Kesiapan tersebut terlihat dari kemampuan guru dalam merancang kurikulum berbasis kompetensi, menyusun tujuan pembelajaran yang mendorong pemikiran kritis serta memanfaatkan sumber belajar autentik di lingkungan sekitar..
The ANALISIS TEORI BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR MEDAN TIMUR Suhaila Putri Siregar; Nina Akbar, Christifani Mega Puan Sidabariba; Prof. Dr. Anita Yus M.Pd
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran tematik di SD Medan Timur, dengan menitikberatkan pada penggunaan stimulus-respon, reward, dan punishment, serta tantangan yang dialami oleh guru dalam praktiknya. Teori behaviorisme yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Skinner dan Thorndike menekankan pentingnya hubungan antara stimulus dan respons dalam membangun perilaku belajar. Prinsip ini sangat relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, karena siswa masih berada dalam fase perkembangan yang memerlukan bimbingan langsung, pembiasaan, serta motivasi dari luar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai proses pembelajaran tematik di kelas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menerapkan teori behaviorisme dengan memberikan stimulus seperti instruksi lisan, pertanyaan, tugas sederhana, dan memanfaatkan media pembelajaran seperti gambar atau video yang sesuai dengan tema. Respons siswa terhadap stimulus ini bervariasi; sebagian besar menunjukkan minat yang tinggi, sementara yang lain memerlukan dorongan tambahan agar lebih fokus dan aktif. Guru juga menerapkan metode drill atau latihan berulang, terutama untuk keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Reward diberikan dalam bentuk pujian, tepukan tangan, stiker bintang, hingga hadiah kecil untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa. Di sisi lain, punishment yang diterapkan bersifat mendidik, dengan cara meminta siswa mengulang tugas yang salah, menulis kembali jawaban, atau menerima teguran ringan. Penerapan reward dan punishment ini terbukti efektif dalam mengubah perilaku siswa, seperti meningkatkan kedisiplinan, membiasakan siswa membawa perlengkapan belajar, dan mendorong keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan di kelas. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti rasa bosan siswa terhadap latihan berulang, perbedaan respons terhadap reward serta punishment, serta keterbatasan variasi penghargaan yang dapat diberikan. Untuk mengatasinya, guru memvariasikan bentuk stimulus melalui permainan edukatif, memberikan perhatian lebih kepada siswa yang kurang aktif, serta menyesuaikan bentuk reward agar tetap memiliki makna. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa teori behaviorisme masih relevan dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran tematik di tingkat sekolah dasar. Melalui penerapan stimulus-respon, latihan berulang, serta sistem reward dan punishment yang tepat, guru dapat membentuk kebiasaan belajar, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat pemahaman siswa secara terukur dan berkesinambungan.