Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Feminisme Liberal Pada Film Moana 2 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Di SMA Rizka Atika Puteri; Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6337

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bentuk-bentuk feminisme liberal pada film Moana 2, 2) untuk mengetahui prinsip – prinsip feminisme liberal pada film Moana 2, 3) untuk mengetahui implikasi hasil analisis feminisme liberal pada film Moana 2 terhadap pembelajaran di SMA. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan je.nis pe.ne.litian library re.se.arch. Proses analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1) bentuk feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah seorang wanita yang mandiri, cerdas, dan berani mengambil keputusan, serta melawan stereotip gender. 2) Prinsip-prinsip feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah individualisme, kesetaraan peluang, reformasi hukum dan politik, kebebasan seksual dan reproduksi dan penentangan terhadap seksisme. Terdapat 21 unsur feminisme terdiri dari 7 individualisme, 9 kesetaraan peluang, 3 reformasi hukum dan politik, 0 kebebasan seksual dan reproduksi dan 2 penentangan terhadap seksisme, 3) implikasi feminisme liberal dalam pembelajaran di SMA sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra yang ikut menentukan keberhasilan siswa.
Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas XI Sma Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026 Julia Lestari; Susy Dealiani; Sukma Adelina Ray
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7921

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI di SMA Nurul Iman yang berjumlah 36 orang kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan penerapan model experiential learning dan yang tidak menggunakan model experiential learning. Penelitian ini dilakukan untuk menguji keefektifan penerapan model experiential learning dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau pedoman untuk pembelajaran keterampilan menulis puisi dan memperoleh pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain teknik tes yaitu pretest dan posttest. Melalui penelitian ini, diperoleh temuan bahwa Kemampuan menulis puisi sebelum menggunakan model experiental learning pada siswa kela XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026, diperoleh rata-rata sebesar 59,8 standar deviasi sebesar 8,3 dan distrtibusi kecenderungan data pretest dengan kategori kurang, Kemampuan menulis puisi sesudah menggunakan model experiental learning sebesar 77,8 standar deviasi sebesar 8,7 dan distribusi kecenderungan data posttest dengan kategori baik. Terdapat pengaruh model experiental learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026. Hal ini terbukti dari perhitungan hipotesis diperoleh thitung > ttabel (8,87 > 2,03). Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh model experiental learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025 2026.
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN Dea Andriyanti; Susi Deliani; Sukma Adelina Ray
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18181

Abstract

Literary works are not only a medium for conveying stories but also reflect various social phenomena, including issues of gender inequality and the construction of women in society. Eka Kurniawan novel "Beautiful is a Wound" presents various women's experiences related to patriarchy, colonialism, violence, and power relations. This study aims to analyze the representation of female characters in the novel, the positions of subject and object in the narrative, and how the positions of the author and reader are shaped through the text using Sara Mills' critical discourse analysis model. This study uses a qualitative descriptive method with Sara Mills' critical discourse analysis approach. The research data consist of quotations from Eka Kurniawan novel "Beautiful is a Wound" related to the representation of women, power relations, and gender construction in the text. The analysis was conducted by paying attention to the positions of subject and object, as well as the involvement of the author and reader in shaping the meaning of the discourse. The results show that the representation of female characters in the novel is complex and ambivalent. On the one hand, women are depicted as victims of patriarchal domination, colonialism, sexual violence, and bodily exploitation, as experienced by the characters Dewi Ayu, Adinda, and Helena. On the other hand, women are also represented as figures with fighting spirit, resilience, and resistance against oppressive social structures, as seen through the characters of Alamanda and Si Cantik. This novel also presents a critique of the myth of beauty, which is considered a privilege, but instead becomes a source of suffering and wounds passed down from generation to generation. Thus, Beauty is a Wound positions women not only as victims but also as subjects with agency in facing social injustice.