Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada program kesehatan dasar gratis di Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru Muliana Muliana; Asmui Asmui
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6398

Abstract

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan tanpa mengutamakan mencari keuntungan dalam melakukan kegiatannya. Adapun, kebijakan Peraturan Walikota No.188,45/210/KUM/2019 tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis, terdapat peserta yang belum memahami tentang pemanfaatan. Kemudian, staf keuangan diketahui kendala dalam pelaksanaan BLUD dikarenakan untuk pelaksanaan BLUD dibutuhkan pegawai yang berlatar belakang pendidikan keuangan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa bahwa Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru belum optimal. 1). Efektivitas, perihal tarif untuk sekarang masalah harga yang tidak sesuai riil cost yang berdampak pada pihak puskesmas. 2). Efesiensi, tim pengelola BLUD puskesmas mencari sendiri informasi dengan datang BPKAD dan juga belum ada informasi bentuk panduan atau juknis pengelolaan keuangan BLUD tertulis yang resmi. 3). Kecukupan, melakukan pelaksanaan jemput bola terhadap masyarakat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui skrining penyakit tidak menular bagi masyarakat. 4). Perataan, pengadaan barang dan melalui website/aplikasi untuk mengisi katalog, sistem yang ada seperti SIPD dan SIMDA terhadap pelaporan-pelaporan puskesmas baik itu laporan teknis pelayanan kesehatan maupun laporan keuangan menggunakan aplikasi. 5). Responsivitas, pengelolaan Sumber Daya Manusia, adanya rangkap jabatan selain struktural puskesmas maupun sebagai pengelola BLUD. 6). Ketepatan, terhadap perhitungan anggaran upaya yang kebijakan Perwali yang ketiga adalah Perwali Nomor 42 tahun 2021 tentang Perwali SILPA (Sisa Lebih) Perhitungan Anggaran dan yang keempat Perwali Nomor 36 tahun 2019 tentang Pemanfaatan Pendapatan pada BLUD, keduanya telah cukup jelas. Faktor penghambat yang ditemukan Jumlah Staf, Juknis Yang Resmi, Biaya Pemeliharaan dan Kebijakan (Perwali) Perlu disusun sistem evaluasi internal yang terstandarisasi untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program kesehatan dasar gratis, baik dari sisi input, proses, maupun output layanan. Monitoring berkala dapat membantu manajemen Puskesmas dalam melakukan koreksi dini dan memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan kebijakan. Pelibatan lintas sektor, seperti inspektorat daerah dan dinas kesehatan, juga perlu diperkuat.
Efektivitas peran Dinas Koperasi UKM Dan Tenaga Kerja dalam pengelolaan program perluasan jangkauan UMKM makanan khas daerah Kabupaten Balangan Rinawati Rinawati; Asmui Asmui
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6399

Abstract

Keberadaan UKM di Kabupaten Balangan tidak dapat dipisahkan dari peran Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja yang telah memberikan berbagai bentuk dukungan dalam pengembangan. Namun, melalui program perluasan jangkauan masih terdapat terkendala oleh minimnya pelatihan dan pendampingan, sehingga kemampuan teknis produksi dan manajemen pelaku usaha masih rendah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan manajerial juga mengakibatkan strategi bisnis, pengorganisasian kerja dan pembagian tugas belum berjalan optimal.  Tujuan penelitian ini untuk mendeskrispikan efektivitas peran Dinas Koperasi UKM Dan Tenaga Kerja dalam pengelolaan program perluasan jangkauan UMKM makanan khas daerah Kabupaten Balangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan data secara deskriptif. Teknik dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengarsipan dokumen dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, diketahui bahwa secara umum efektivitas peran dinas koperasi UKM dan tenaga kerja dalam pengelolaan program perluasan jangkauan UMKM makanan khas daerah Kabupaten Balangan dapat dikatakan cukup efektif, namun belum maksimal. Adapun, berdasarkan teori Ife & Tesoriero dalam hal ini dapat dilihat dari indikator peningkatan kemampuan daya saing, peningkatan omset, peningkatan teknologi dan diversifikasi produk dilaksanakan secara optimal. Faktor penghambat meliputi: keterbatasan anggaran, sehingga tidak semua kegiatan menjangkau seluruh pelaku UMKM, keterbatasan SDM aparatur, yang belum memiliki keahlian teknis optimal dalam mendukung pengembangan usaha, kurangnya koordinasi antar stakeholder, yang mengurangi efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam memperluas jaringan pemasaran serta ketergantungan pelaku UMKM pada pendampingan dinas, yang menyebabkan rendahnya kemandirian, kreativitas dan inisiatif pelaku usaha.                 Berdasarkan hal tersebut, diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam program pelatihan agar para mitra UKM lebih siap dalam menghadapi persaingan global, serta promosi yang lebih banyak dilakukan oleh UKM terutama untuk fasilitas permanent display agar lebih mendapatkan hasil yang maksimal.