Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Cita Rasa Dan Penyajian Nasi Kapau Di Nasi Kapau Pak Nin Nanda Putra Utama; Hendra Syaiful; Heri Nuryanto; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6873

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cita rasa dan teknik penyajian Nasi Kapau sebagai kuliner tradisional Minangkabau di Rumah Makan Nasi Kapau Pak Nin, Vitka City, Kota Batam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori gastronomi budaya, penelitian ini berfokus pada upaya pelaku kuliner tradisional dalam mempertahankan autentisitas cita rasa dan teknik penyajian di tengah arus modernisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi visual, serta kuesioner konsumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cita rasa Nasi Kapau Pak Nin memiliki profil rasa kompleks pedas, gurih, dan sedikit asam yang dihasilkan dari penggunaan bumbu tradisional seperti santan kental, cabai merah, kunyit, jahe, lengkuas, dan serai dengan teknik slow cooking untuk menghasilkan konsistensi rasa yang autentik. Teknik penyajian yang menonjol adalah model prasmanan, di mana pelanggan memilih lauk di etalase berisi panci besar dengan bantuan pelayan, namun tetap mempertahankan fleksibilitas untuk disajikan secara “ramas” sesuai tradisi Kapau. Pola penyajian nasi di tengah piring dengan lauk di sekelilingnya serta siraman kuah gulai di atasnya menciptakan harmoni visual sekaligus merefleksikan nilai efisiensi, kebersamaan, dan gotong royong khas Minangkabau. Faktor-faktor yang memengaruhi cita rasa dan penyajian meliputi kualitas bahan baku, keahlian koki, resep turun-temurun, serta adaptasi terhadap selera modern tanpa kehilangan identitas budaya. Dengan demikian, Nasi Kapau Pak Nin menjadi representasi nyata pelestarian warisan kuliner Minangkabau yang mampu beradaptasi dengan konteks urban modern tanpa mengurangi nilai autentisitasnya.
Analisis Kesiapan Pulau Karas Kecil sebagai Model Awal Destinasi Wisata Bahari Ramah Muslim di Kepulauan Riau Arina Luthfini Lubis; Agung Arif Gunawan; Geby Sintia Rumfot; Ellysa Holivia; Kamelia Santika; Rosie Oktavia Puspita Rini; Hary Gustian
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3248

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan Pulau Karas Kecil sebagai destinasi wisata bahari ramah Muslim di Kepulauan Riau. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi non-responden, dokumentasi, dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulau ini memiliki potensi melalui lanskap alam, mercusuar bersejarah, area berkemah, kuliner lokal, dan lokasi penyu bertelur. Namun, kesiapan destinasi masih perlu diperkuat pada aspek informasi perjalanan, transportasi laut, amenitas dasar, air bersih, area salat, informasi makanan, pengelolaan kunjungan, dan promosi digital. Penelitian ini mengusulkan model awal kesiapan yang mengintegrasikan atraksi bahari dan sejarah, aksesibilitas, layanan ramah Muslim, pengelolaan lokal, serta keberlanjutan. Pengembangan Pulau Karas Kecil sebaiknya diarahkan pada kunjungan terbatas, pelibatan masyarakat, peningkatan layanan ramah Muslim, dan perlindungan lingkungan.
Systematic Literature Review on Room Division Daily Workers for Short Escape Tourism in Batam from a Strategic Management Perspective Nensi Lapotulo; Rahmadi Rahmadi; Suci Cahayaty Sinaga; Haufi Sukmamedian; Agung Arif Gunawan; Felicia Felicia
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i8.3723

Abstract

This study synthesises empirical evidence on the utilisation of daily workers within hotel room divisions to address the unique demands of short-escape tourism in Batam, framed comprehensively through a strategic management perspective. Following the PRISMA 2020 guidelines, a systematic literature review was conducted on publications from 2022 to 2026. This core data was further supplemented by foundational literature and official regional statistics to provide necessary contextual depth. From an initial pool of 151 records, 37 duplicates were systematically removed, 114 were screened, and 49 full texts were assessed. This process ultimately resulted in 30 peer-reviewed studies for thematic synthesis, alongside 8 official documents analysed separately to ground the conceptual findings in empirical destination data. The prevailing themes identified across the literature include workforce agility (73.3%), service quality (66.7%), employee well-being (60.0%), digital scheduling (53.3%), cross-functional training (50.0%), and employment protection (43.3%). Contextually, foreign tourist arrivals in Batam surged by 48.94% between April and May 2026, yet the average length of stay in May remained exceptionally short at only 1.84 nights. This distinct visitation pattern concentrates the operational load spanning check-ins, check-outs, intensive cleaning, room status updates, and linen turnover into remarkably narrow timeframes. To navigate this volatility strategically, the study proposes the Batam Short-Escape RD-DW Strategic Model. This integrated framework encompasses demand sensing, workload segmentation, verified talent pools, competency- and risk-based matching, stringent service controls, iterative learning, and robust job protection mechanisms. Ultimately, daily workers are recommended as a complementary operational capacity rather than a core replacement. Their successful integration must be evaluated against a set of multifaceted Key Performance Indicators (KPIs), including room readiness, wait times, service defects, rework rates, overtime reduction, guest satisfaction, payment reliability, and skills mobility.