Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap Price to Book Value (PBV) Saham PT Energi Mega Persada pada Periode 2022–2024 Agung Budi Darmoyo; Vera Salma Meilania; Ovalia Rukmana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6981

Abstract

This study aims to explore the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on the Price-to-Book Value Ratio (PBV) of PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) during the period of 2022–2024, which was marked by global energy volatility and increased sustainability disclosure requirements, and to examine whether increased ESG disclosure in the Sustainability Annual Report can result in higher market valuations, especially in the energy sector, which faces scrutiny regarding corporate environmental, social, and governance transparency. Data collection was conducted through semi-structured interviews with two sources: the investor relations department of PT. Energi Mega Persada and representatives of the majority shareholders of ENRG, with the aim that investor relations have full access to public data and are considered valid to answer issues related to PBV, ESG, and corporate performance. Meanwhile, the majority shareholder's representative will influence the company's strategic direction and the majority investor's expectations regarding ESG, PBV, and company performance in a valid manner, and will also explain the majority shareholder's perspective to understand ESG issues, financial performance, and company strategy in an integrated manner. The analysis in this study uses a qualitative approach, supported by content analysis in NVivo, to explore how Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure relates to Book Value Price (PBV). The results show that ESG disclosure, overall, has a positive but variable effect on PBV. The environmental dimension contributes through emission-reduction initiatives and improved waste management, while the social dimension demonstrates consistency with increased CSR investment. Improvements in governance, such as establishing an ESG Committee, strengthen the company's credibility. PBV remained relatively stable throughout the observed period, reflecting stable investor confidence.
Netnografi: Analisis Sentimen Publik Terhadap Kenaikan Tarif Ppn 12% Nely Ambarsari; Khansa Abitsha; Ropel Nazra; Ovalia Rukmana
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis respon dan sentimen masyarakat terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% serta implikasinya terhadap legitimasi kebijakan fiskal pemerintah dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap diskursus publik di media sosial dan forum daring, meliputi platform X (Twitter), Instagram, TikTok, dan Reddit (r/Indonesia), dengan memanfaatkan tagar dan kata kunci yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, kategorisasi sentimen (positif, negatif, dan netral), serta interpretasi dampak sosial dari narasi warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi respon masyarakat, terutama terkait meningkatnya biaya hidup, tekanan ekonomi terhadap kelas menengah dan pelaku UMKM, persepsi ketidakadilan kebijakan, serta rendahnya kepercayaan terhadap transparansi pengelolaan pajak. Sentimen netral mencerminkan pemahaman atas urgensi fiskal negara namun disertai kritik terhadap komunikasi dan implementasi kebijakan, sedangkan sentimen positif bersifat terbatas dan kondisional, bergantung pada transparansi fiskal, peningkatan layanan publik, dan perlindungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legitimasi kebijakan fiskal tidak hanya ditentukan oleh rasionalitas ekonomi, tetapi juga oleh penerimaan sosial dan tingkat kepercayaan publik.
Dampak Perubahan Struktur Organisasi terhadap Pengalaman Karyawan pada PT XYZ Ahmed Robulla Sakti; Novdyan Suryadi; Ovalia Rukmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3255

Abstract

Perubahan struktur organisasi merupakan strategi yang umum dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pertumbuhan bisnis, dan menyesuaikan diri terhadap transformasi digital. Namun, perubahan tersebut sering menimbulkan resistensi, ketidakpastian peran, dan tekanan psikologis bagi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman subjektif karyawan dalam menghadapi perubahan struktur organisasi di PT XYZ, khususnya terkait resistensi awal, proses adaptasi, motivasi intrinsik, dan dinamika sosial budaya yang muncul selama restrukturisasi organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif Colaizzi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sebelas informan yang terdampak langsung oleh perubahan organisasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi, formulasi makna, pengembangan tema, dan validasi data melalui member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan mengalami fase unfreezing berupa kecemasan, ketidakpastian karier, perubahan alur kerja, dan kehilangan peran lama. Pada tahap changing, karyawan mulai beradaptasi melalui komunikasi manajemen, pelatihan kompetensi, coaching, dan dukungan antarpegawai. Tahap refreezing ditandai dengan munculnya motivasi intrinsik baru, peningkatan solidaritas tim, dan inisiatif kerja baru. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan komunikasi organisasi yang efektif menjadi faktor penting dalam mempercepat adaptasi serta keberhasilan perubahan organisasi di PT XYZ.
Implementasi MBG sebagai Sistem Layanan Gizi Massal yang Kompleks, Berbasis Keamanan Pangan dan Kerja Lintas Peran Ignatius Budi Yusatyo; Rabih Katon Dwicahyo; Ovalia Rukmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3481

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi kebijakan publik yang bertujuan meningkatkan status gizi anak melalui penyediaan makanan siap konsumsi dalam skala besar. Namun, kajian empiris yang menggali pengalaman pelaksana lapangan dalam mengimplementasikan program ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana MBG dijalankan, ditantang, dan dimaknai oleh para pelaksana dapur sebagai aktor kunci dalam implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 17 pelaksana MBG yang terlibat langsung dalam operasional dapur, distribusi, dan pengawasan gizi. Data dianalisis secara tematik melalui proses analisis tematik integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG dipahami sebagai sistem layanan gizi massal yang kompleks, dimana keamanan pangan menjadi poros utama implementasi dan kerja kolektif lintas peran menjadi prasyarat keberhasilan. Para pelaksana menghadapi tekanan waktu, kompleksitas produksi skala besar, serta risiko operasional yang tinggi, namun mereka mampu mengembangkan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh kapasitas sistem operasional di tingkat pelaksana. Studi ini berkontribusi pada literatur implementasi kebijakan dengan menyoroti peran dapur sebagai arena kritis menerjemahkan kebijakan gizi ke dalam praktik layanan publik sehari-hari.
Apple Inc. and the U.S.–China Tariff War: Identifying, Assessing, and Mitigating Risks Abhiyoga Deyandra Putra; Muhammad Feyzel Khalfani Putra Ardanesworo; Ovalia Rukmana
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.10845

Abstract

This study examines Apple Inc.’s mitigation strategies amid escalating U.S.–China tariff tensions. Using ISO 31000, COSO ERM, and the Four T Model, key risks are assessed through a probability–severity matrix and heatmap based on Apple’s 2024 Annual Report and industrial data. The analysis reveals that diversification efforts to India and Vietnam remain symbolic, as Apple’s core dependencies—such as final assembly and chip fabrication—persist in high-risk regions like China and Taiwan. Financial hedging and supplier shifts show partial effectiveness but fail to address long-term geopolitical volatility. Comparisons with Samsung and Google demonstrate Apple’s relative rigidity in adapting supply chain strategies. Findings suggest the need for deeper structural reforms emphasizing proactive geopolitical forecasting and ESG-integrated vendor governance to build enduring resilience.
Preferensi Karir Pegawai ASN Antara Jabatan Fungsional dan Jabatan Struktural: Studi Kasus di Instansi X Prita Indrianingsih; Andi Mardhotilla; Anjar Prasetyo; Ovalia Ovalia
Journal of Economics and Business UBS Vol. 15 No. 1 (2026): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/z19dtc91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi karier ASN serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pilihan antara jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan instansi pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan terbatas, dan studi dokumentasi terhadap kebijakan dan regulasi kepegawaian. Partisipan penelitian terdiri dari ASN yang  menduduki jabatan fungsional, jabatan struktural, dan jabatan pelaksana di lingkungan instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi karier ASN didominasi terhadap pilihan jabatan fungsional daripada struktural, dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor berupa kejelasan dan kepastian karier, beban kerja dan tanggung jawab, stabilitas geografis dan keseimbangan hidup, aktualisasi keahlian dan profesionalisme, serta arah kebijakan dan keamanan karier. Dimana factor yang paling mempengaruhi adalah kejelasan dan kepastian terhadap karier. Jabatan fungsional cenderung dipersepsikan sebagai jalur karier yang lebih stabil dan terarah, sedangkan jabatan struktural dipandang menawarkan pengakuan formal dan peluang kepemimpinan yang lebih luas. Penelitian ini menegaskan bahwa preferensi karier ASN merupakan hasil pemaknaan subjektif atas pengalaman kerja dalam konteks kebijakan dan organisasi yang terus berubah.
Normalisasi Kompensasi Jasa Kuli Bongkar: Fenomena Culture Lag dan Strategi Adaptasi Masyarakat Agraris dalam Transisi Menuju Masyarakat Industri Yordhi Rachmatdian; Tri Widyanto; Andhre Filsen N; Ovalia Ovalia
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7552

Abstract

Pembangunan industri di Indonesia sejak era Orde Baru melalui Program Pembangunan Lima Tahun (PELITA) telah mendorong transformasi struktural perekonomian nasional, dengan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat gravitasi sektor manufaktur. Kedekatan geografis dengan Jakarta menjadikan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi, mengalami pertumbuhan industri yang sangat pesat, ditandai dengan berkembangnya koridor industri besar, termasuk Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC). Perkembangan ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), namun secara simultan memicu pergeseran mata pencaharian masyarakat dari sektor agraris ke sektor industri dan jasa, serta menimbulkan dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pergeseran mata pencaharian masyarakat desa dan perubahan peran lembaga adat/lokal dalam merespons industrialisasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Desa Pasir Ranji dan Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi mendorong perubahan struktur sosial-ekonomi, melemahkan fungsi tradisional lembaga lokal, serta memunculkan potensi konflik sosial akibat tekanan ekonomi dan keterbatasan adaptasi masyarakat agraris. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Kontribusi Strategi Promosi Media Sosial Instagram KAI dan Minat Pengguna Kereta Cepat: Studi Netnografi: The Contribution of KAI’s Instagram Social Media Promotion Strategy to High-Speed Rail Users’ Interest: A Netnographic Study Murti Pagar Intan; Septia Risma Putri; Muhammad Fatoni; Ovalia Rukmana
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11861

Abstract

This study aims to analyze the contribution of PT Kereta Api Indonesia's (KAI) social media promotion program strategy to public interest in using the Whoosh high-speed rail service. The research employs a qualitative approach using netnography. Data were obtained from customer responses on social media by analyzing conversations, comments, and user interactions across platforms to understand public perceptions, preferences, and responses to promotional campaigns associated with relevant hashtags (#PromoKAI, #KeretaCepat, #Whoosh). The data were analyzed using NVivo software to identify themes and patterns in netizen responses. The findings indicate that KAI's promotional programs have been successful in creating awareness and generating initial public interest, particularly through discount offers, giveaways, and engaging visual content. On the other hand, the study also reveals that complaints regarding the clarity of scheduling information, price comparisons with different modes of transportation, and the complexity of the ticket booking process often constrain this interest. This study provides strategic implications for KAI in refining its promotional strategies and digital communication. Theoretically, it enriches the application of netnography in transportation service marketing in Indonesia.
Diskursus Digital dan Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia: Pendekatan Netnografi Muhammad Farouq Rosyadi; Donny I Maramis; Revi Alvino; Ovalia Rukmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.3166

Abstract

The growth of electric vehicles in Indonesia is influenced not only by government policies and industrial readiness, but also by public perceptions shaped through digital media. This study explores the role of electric vehicle review videos on YouTube in shaping consumer perceptions and their relation to the development of electric vehicle sales in Indonesia. The study employs a netnographic approach by analyzing comment sections from three electric vehicle review videos on YouTube, combined with official sales data from the Indonesian Automotive Industry Association (GAIKINDO) for the 2023–2025 period and interviews with electric vehicle owners. The findings show that YouTube discussions are largely driven by practical and rational considerations, such as price, total cost of ownership, driving range, and charging infrastructure. Although the national automotive market experienced a slowdown, the market share of electric vehicles continued to grow. Interview results indicate that YouTube review videos mainly serve as information sources and tools for brand comparison, while final purchase decisions are more strongly influenced by mobility needs, government policies, and long-term considerations regarding electric vehicle technology. This study concludes that YouTube electric vehicle review videos support the consumer decision-making process, but do not directly determine sales growth.
Gajah Sebagai Simbolik Perlawanan Deforestasi Hutan:Analisis Netnografi terhadap Kampanye #Savetessonilo Pardianto Pardianto; Andiani Herlina Putri Dega; Putri Daudia Arini; Ovalia Ovalia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3176

Abstract

Kampanye digital #SaveTessoNilo menjadi salah satu bentuk aktivisme lingkungan paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia, khususnya terkait isu deforestasi dan konflik manusia–gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kerusakan kawasan hutan yang masif akibat perluasan perkebunan sawit ilegal, lemahnya pengawasan, serta fragmentasi habitat telah berdampak pada peningkatan intensitas konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Dalam konteks tersebut, gajah terutama figur “Domang” dan ibunya “Ria” mengalami transformasi makna dalam ruang digital, tidak hanya sebagai satwa liar yang terancam punah, tetapi sebagai simbol perlawanan ekologis terhadap deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbolisme gajah dibentuk, dinegosiasikan, dan disirkulasikan dalam kampanye #SaveTessoNilo melalui metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi netizen, analisis video dokumenter, komentar publik di media sosial, liputan berita, dan konten informasional dari lembaga konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital memainkan peran penting dalam membangun konstruksi sosial mengenai krisis ekologis; gajah direpresentasikan sebagai korban ketidakadilan struktural akibat eksploitasi hutan. Selain itu, kampanye digital memperkuat kesadaran moral publik, menciptakan solidaritas ekologis, dan menggeser isu deforestasi dari persoalan lingkungan menjadi persoalan etika dan politik. Studi ini mempertegas bahwa aktivisme digital dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong respons negara dan mempengaruhi opini publik dalam isu konservasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian netnografi, ekologi politik, dan komunikasi lingkungan di era digital.