Mawar davira
Universitas Islam negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Hiv Dan Aids Setelah Edukasi Di Sma Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar Irfan Sazali Nasution; Jenni Maia Khalijah Hasibuan; Tri Radia Wiranti; Nazwa Rizkya Salma Pulungan; Khairunnisa Khairunnisa; Mawar davira; Nabila Rahmadhani; Ghefira Syifa Salsabilla; Khairunnisa Br Lubis; Alichia Puteri Rizki Sitindaon; Muhammad Rizqhy Ananda Telaumbanua; Farhan Akbar Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7047

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan yang penting bagi masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan tindakan berisiko karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang belum matang. Salah satu cara yang strategis untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap remaja terhadap pencegahan HIV dan AIDS adalah melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV dan AIDS setelah menerima edukasi di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa laki-laki kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 30 orang, dengan metode pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner setelah penyuluhan kesehatan yang berlangsung selama 90 menit dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, dengan 50% berada di kategori baik dan 50% di kategori cukup. Tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Dalam hal sikap terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS, terdapat 53,3% responden yang memiliki sikap positif dan 46,7% masih memiliki sikap negatif. Kesimpulannya, edukasi tentang HIV dan AIDS di sekolah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja. Namun, perubahan sikap terhadap orang dengan HIV/AIDS masih perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi yang terus-menerus dan berfokus pada pembentukan empati serta pengurangan stigmatisasi.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Ibu terhadap Pencegahan Stunting pada Masyarakat Pesisir Desa Sei Naga Lawan Wasiyem Wasiyem; Jenni Maia Khalijah Hasibuan; Tri Radia Wiranti; Mawar davira; Nabila Rahmadhani; Alichia Puteri Rizki Sitindaon; Muhammad Rizqhy Ananda Telaumbanua
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7353

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pesisir yang memiliki akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi yang terbatas. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam mencegah stunting melalui pengetahuan, sikap, dan cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam mencegah stunting di masyarakat pesisir Desa Sei Naga Lawan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 ibu yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,0%) dan baik (33,3%), namun masih ada 26,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap ibu terhadap pencegahan stunting cenderung positif (70,0%), tetapi praktik pencegahan stunting sebagian besar masih berada di kategori cukup (43,3%). Perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dipengaruhi oleh faktor lingkungan pesisir seperti akses layanan kesehatan dan sanitasi yang terbatas serta kondisi ekonomi keluarga. Kesimpulannya, meskipun sikap ibu terhadap pencegahan stunting sudah positif, diperlukan peningkatan pengetahuan dan penguatan praktik nyata di tingkat rumah tangga melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan budaya lokal pesisir.