Agung Hadi Endaryanto
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kejadian Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) Kedua Setelah Rekonstruksi Primer Pada Atlet Sepak Bola Dengan Hop Tests Dan Agility Drills Di Bogor Suwono Suwono; Yohanes Deo Fau; Angria Pradita; Agung Hadi Endaryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian cedera anterior cruciate ligament (ACL) kedua setelah rekonstruksi primer pada atlet sepak bola dengan hop tests dan agility drills di bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif (non-concurrent cohort atau hystorical cohort). Penelitian dilakukan di Ibest Physio Bogor dan Ibest Kota Bogor. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien arthroscopy ACL di Ibest Physio Bogor dan Ibest Kota Bogor yang sudah menyelesaikan RTS dalam kurun waktu 2 tahun ke belakang. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau seleksi khusus yang digunakan dalam studi ini. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi software SPSS. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: 1) Secara simultan, variabel Hop Tests(X1) dan Agility Drills (X2) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IKDC Score (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil Uji F dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p value < 0,05). Persamaan regresi yang diperoleh, yaitu Y = -3,505 + 0,033.X1 + 0,012.X2, menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama berkontribusi positif dalam meningkatkan nilai IKDC Score. Selain itu, kontribusi kedua variabel tersebut terhadap Y mencapai 79,6%, yang mengindikasikan bahwa model regresi yang digunakan memiliki daya jelas (explanatory power) yang sangat kuat. 2) Secara parsial (X1 terhadap Y), variabel Hop Tests (X1) berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap IKDC Score (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (p value < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,033. Nilai T Hitung sebesar 6,342 serta Standardized Beta sebesar 0,687 menegaskan bahwa X1 merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dalam model. Dengan demikian, kemampuan fungsional yang diukur melalui Hop Tests menjadi faktor utama yang berperan dalam peningkatan IKDC Score. 3) Secara parsial (X2 terhadap Y), variabel Agility Drills (X2) juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap IKDC Score (Y), dengan nilai signifikansi sebesar 0,038 (p value < 0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,012. Nilai T Hitung sebesar 2,117 serta Standardized Betasebesar 0,229 menunjukkan bahwa meskipun kontribusi X2 bersifat moderat, variabel ini tetap memiliki peran yang bermakna dalam memengaruhi IKDC Score. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hop Tests dan Agility Drills merupakan indikator yang relevan dan signifikan dalam memengaruhi IKDC Score, baik secara simultan maupun parsial, dengan Hop Tests sebagai faktor yang paling dominan.