Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada seni rupa SMP terkendala persepsi guru berorientasi produk terhadap kreativitas, membatasi proses eksploratif esensial pengembangan artistik. Penelitian ini mengungkap pemahaman guru seni rupa SMP terhadap kreativitas dalam konteks PjBL. Menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) kualitatif, penelitian menargetkan 3-5 guru purposif dari Kabupaten Siak berpengalaman minimal lima tahun. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen, dianalisis melalui tahapan IPA: reading-re-reading, initial noting, pengembangan tema emergen, dan koneksi antar tema. Hasil mengidentifikasi empat tema terkait: kreativitas sebagai kualitas produk, PjBL sebagai tugas terstruktur, kesadaran proses terhambat praktik, dan peran fasilitasi guru terbatas. Temuan menunjukkan guru terjebak paradigma produk meski mengenali proses. Penelitian menyimpulkan penguatan refleksi pedagogis melalui penilaian berbasis proses krusial untuk PjBL autentik, merekomendasikan pelatihan guru dan fleksibilitas institusional.