Fuji Astuti
Program Studi Pendidikan Seni Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBENTUKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN IV JURAI PESISIR SELATAN Muhamad Fajri Mulya; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Jupriani Jupriani; Heldi Heldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7371

Abstract

Keterampilan motorik halus anak usia dini krusial untuk kesiapan belajar, namun paparan layar berlebih mengurangi stimulasi, kurang optimalnya pemanfaatan menggambar di TK Negeri Pembina, Kecamatan IV Jurai Pesisir Selatan. Penelitian kualitatif deskriptif dengan narrative review literatur ini bertujuan mendeskripsikan peran menggambar dalam mengembangkan motorik halus, menekankan aktivitas, peran guru, serta media/teknik. Populasi anak kelompok B (4-5 tahun) dan guru; sampel purposif 18 anak dan 3 guru. Instrumen meliputi pedoman observasi, wawancara semi-struktural, lembar dokumentasi, dianalisis model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi) dengan triangulasi. Hasil menunjukkan 78% indikator baik/sangat baik (92% genggaman tripod, 85% koordinasi mata-tangan), progres menggambar dari coretan acak ke bentuk kompleks (6-7 elemen), durasi fokus naik dari 12 ke 22 menit pasca-variasi media. Menggambar efektif membentuk motorik halus via fasilitasi guru dan diversifikasi media, direkomendasikan pedoman standar kurikulum PAUD meski terbatas skala sampel kecil.
ESENSI KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK : STUDI FENOMENOLOGIS GURU SENI RUPA SMP Mulyeti Marzal; Fuji Astuti; Ardipal; Jupriani; Heldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7372

Abstract

Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada seni rupa SMP terkendala persepsi guru berorientasi produk terhadap kreativitas, membatasi proses eksploratif esensial pengembangan artistik. Penelitian ini mengungkap pemahaman guru seni rupa SMP terhadap kreativitas dalam konteks PjBL. Menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) kualitatif, penelitian menargetkan 3-5 guru purposif dari Kabupaten Siak berpengalaman minimal lima tahun. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen, dianalisis melalui tahapan IPA: reading-re-reading, initial noting, pengembangan tema emergen, dan koneksi antar tema. Hasil mengidentifikasi empat tema terkait: kreativitas sebagai kualitas produk, PjBL sebagai tugas terstruktur, kesadaran proses terhambat praktik, dan peran fasilitasi guru terbatas. Temuan menunjukkan guru terjebak paradigma produk meski mengenali proses. Penelitian menyimpulkan penguatan refleksi pedagogis melalui penilaian berbasis proses krusial untuk PjBL autentik, merekomendasikan pelatihan guru dan fleksibilitas institusional.
PERAN PEMBELAJARAN SENI RUPA DALAM MENDUKUNG REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK SMP PADA FASE REMAJA AWAL Yosi Elinda; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Jupriani Jupriani; Heldi Heldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7374

Abstract

Peserta didik SMP pada fase remaja awal mengalami ketidakstabilan emosi dan keterbatasan regulasi emosi yang memicu perilaku impulsif serta konflik sebaya yang mengganggu iklim belajar. Studi literatur ini mengkaji peran pembelajaran seni rupa dalam mendukung regulasi emosi peserta didik SMP. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, populasi terdiri dari publikasi ilmiah (2019-2025) yang disampel secara purposive (20-30 sumber) dari Google Scholar dengan fokus pembelajaran seni rupa, regulasi emosi, dan perkembangan remaja. Instrumen berupa dokumen pustaka dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan pembelajaran seni rupa menyediakan ruang ekspresi emosional aman, meningkatkan pengenalan emosi melalui proses kreatif, serta membentuk perilaku adaptif seperti pengendalian impuls dan resolusi konflik. Kesimpulannya, pembelajaran seni rupa berorientasi proses secara strategis memperkuat regulasi emosi dan keterampilan sosial-emosional.