Tujuan penelitian ini adalah menelaah secara sistematis penelitian-penelitian terkait kemampuan abstraksi matematis siswa dengan meninjau indikator yang digunakan, metode penelitian, topik pembelajaran matematika, serta jenjang pendidikan subjek penelitian. Kemampuan abstraksi matematis dipandang sebagai kemampuan kognitif yang esensial dalam pembelajaran matematika karena berperan penting dalam membentuk pemahaman konsep secara bermakna. Namun, kajian mengenai kemampuan ini masih tersebar dan menggunakan indikator, metode, serta konteks pembelajaran yang beragam, sehingga diperlukan suatu sintesis yang komprehensif. Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel yang terbit pada tahun 2020–2025 dan diperoleh dari jurnal terakreditasi SINTA minimal peringkat 4 atau terindeks Scopus. Melalui proses seleksi, diperoleh 22 artikel yang dianalisis berdasarkan indikator abstraksi, pendekatan penelitian, topik pembelajaran, serta jenjang pendidikan. Hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan abstraksi matematis dipahami sebagai konstruk multidimensional yang mencakup representasi, generalisasi, dan pembentukan hubungan antarkonsep. Penelitian didominasi oleh pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan topik geometri sebagai konteks pembelajaran yang paling banyak digunakan. Subjek penelitian terutama berasal dari jenjang SMP dan SMA/K. Kesimpulan. Kajian ini menegaskan pentingnya kemampuan abstraksi matematis sebagai komponen utama dalam pembelajaran matematika serta menunjukkan keberagaman pendekatan dan konteks penelitian yang digunakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kerangka konseptual dan desain pembelajaran matematika yang menekankan proses abstraksi secara bermakna.