Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Program Senam Sehat Terstruktur di Lingkungan Masyarakat Perumahan Makarya Binangun, Sidoarjo Sudarso Sudarso; Yayu Sriwahyuni; Era Fasira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7775

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat melalui program senam sehat terstruktur berbasis komunitas di Perumahan Makarya Binangun, Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan pada Maret–Mei 2023 dengan melibatkan 40 peserta yang mayoritas berusia di atas 40 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pengorganisasian komunitas, dengan melibatkan warga sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program meliputi koordinasi dengan pengurus RW, identifikasi peserta dan kebutuhan, pelaksanaan senam sehat rutin dua minggu sekali pada hari Minggu pagi, edukasi kesehatan singkat, monitoring kebugaran dan kehadiran, serta pendampingan dan evaluasi. Pengukuran kebugaran dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi peserta sebelum dan setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kebugaran masyarakat, ditandai dengan meningkatnya proporsi peserta yang tergolong lebih bugar dari sekitar 40% menjadi 70%. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya kebiasaan olahraga bersama, meningkatnya kesadaran hidup sehat, serta penguatan peran kader warga. Program ini efektif sebagai upaya promotif-preventif berbasis komunitas.
Penguatan Partisipasi Warga melalui Program Gotong Royong Terpadu di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono Sudarso Sudarso; Yayu Sriwahyuni; Irawan Irawan; Maria Ulfa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7777

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi warga melalui Program Gotong Royong Terpadu di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah menurunnya keterlibatan warga dalam kegiatan gotong royong serta belum terorganisasinya aksi kolektif secara berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan pengorganisasian komunitas dengan mengombinasikan edukasi partisipatif dan aksi langsung di lapangan. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahap utama, yaitu sosialisasi dan pemberian materi yang dilakukan pada tanggal 14 dan 28 Oktober 2023, serta praktik kerja bakti gotong royong pada tanggal 11 November 2023. Subjek pengabdian melibatkan 35 warga Desa Plumbungan yang berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan, pemetaan lokasi prioritas, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan partisipasi warga dari sekitar 30% sebelum kegiatan menjadi 75% setelah kegiatan. Selain menghasilkan perbaikan kondisi lingkungan, program ini juga mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya kesadaran kolektif, komunikasi antarwarga, dan komitmen masyarakat untuk melanjutkan kegiatan gotong royong secara mandiri dan berkelanjutan.
Penguatan Peran Karang Taruna Desa Ngaresrejo dalam Kegiatan Sosial dan Kewirausahaan Sudarso Sudarso; Yayu Sriwahyuni; Maria Ulfa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.7778

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran Karang Taruna Desa Ngaresrejo dalam kegiatan sosial dan kewirausahaan melalui pendekatan pengorganisasian komunitas yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada periode Mei–Juni 2024 di Ngaresrejo, Kabupaten Sidoarjo, dengan melibatkan 20 anggota Karang Taruna sebagai subyek dampingan. Metode pelaksanaan mengacu pada pendekatan participatory action research yang menempatkan komunitas sebagai aktor utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Tahapan pengabdian meliputi koordinasi dan pembentukan tim, identifikasi kebutuhan dan potensi pemuda, pelatihan dasar organisasi dan kepemimpinan, pelatihan kewirausahaan praktis, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kapasitas organisasi, dan kesiapan kewirausahaan anggota Karang Taruna, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi aktif, kemampuan kerja sama, serta kemampuan merancang rencana usaha sederhana berbasis Business Model Canvas. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya kesadaran peran pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi lingkungan perumahan. Secara keseluruhan, pengabdian masyarakat ini berkontribusi dalam memperkuat Karang Taruna sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.
Penguatan Ketahanan Fisik Warga Desa Ngaresrejo, kecematan Sukodono, Sidoarjo melalui Program Senam Sehat Berbasis Partisipatif Sudarso Sudarso; Yayu Sriwahyuni; Maria Ulfa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.7780

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan fisik warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo melalui program senam sehat berbasis partisipatif. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya kebiasaan aktivitas fisik rutin pada warga usia di atas 40 tahun yang berpotensi menurunkan kebugaran dan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengorganisasian komunitas dengan melibatkan warga secara aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya aktivitas fisik pada 21 September 2024 dan pelaksanaan senam sehat secara rutin sebanyak delapan kali selama dua bulan, dari 5 Oktober hingga 30 November 2024, dengan frekuensi satu kali setiap minggu. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang warga desa berusia di atas 40 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kebugaran fisik peserta, ditandai dengan peningkatan proporsi warga pada kategori kebugaran baik dari sekitar 35% sebelum program menjadi sekitar 85% setelah program. Selain peningkatan fisik, kegiatan ini juga mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya kesadaran kesehatan, partisipasi kolektif, dan inisiatif keberlanjutan di tingkat komunitas. Program ini membuktikan bahwa senam sehat berbasis partisipatif efektif sebagai strategi penguatan ketahanan fisik masyarakat desa.
Penguatan Daya Saing UMKM pada Rangkaian Kegiatan 17 Agustus Berbasis Partisipasi Warga di Perumahan Makarya Binangun, Sidoarjo Yayu Sriwahyuni; Yayu Sriwahyuni; Mirza Elmy Safira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komunitas melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Perumahan Makarya Binangun, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan difokuskan pada pemberdayaan 20 orang ibu rumah tangga sebagai pelaku UMKM potensial melalui pendekatan partisipatif dan pengorganisasian komunitas. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan pemetaan UMKM, sosialisasi serta pemberian materi kewirausahaan yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan pada bulan Juni–Juli 2025, praktik kewirausahaan melalui bazar dan parade produk UMKM pada tanggal 14–17 Agustus 2025, serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan kewirausahaan, pengemasan dan standardisasi produk, penentuan harga dan pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran dan pelayanan pelanggan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan berwirausaha peserta, dari sekitar 35% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah mengikuti seluruh rangkaian program. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kepercayaan diri, kerja sama antarwarga, dan partisipasi aktif dalam aktivitas ekonomi berbasis komunitas. Program ini membuktikan bahwa integrasi pelatihan kewirausahaan dengan momentum sosial kemasyarakatan efektif dalam mendorong perubahan sosial dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Peningkatan Peran dan Kapasitas Kinerja Kader Kesehatan Warga di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono Yayu Sriwahyuni; Ernawati Ernawati; Maria Ulfa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan peran dan kapasitas kinerja kader kesehatan warga di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, sebagai upaya penguatan sumber daya manusia kesehatan berbasis komunitas. Kader kesehatan berperan strategis dalam pelayanan promotif dan preventif, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kepercayaan diri. Kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pengorganisasian komunitas dengan strategi Participatory Action Research (PAR). Subjek pengabdian berjumlah 20 orang yang terdiri atas Kader Posyandu dan Kader PKK bidang kesehatan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan perencanaan aksi bersama, workshop peningkatan kapasitas kinerja yang dilaksanakan dua kali pada 8 dan 10 April 2023, simulasi pelayanan kesehatan masyarakat pada 13 April 2023, serta evaluasi partisipatif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peran kader, keterampilan teknis pelayanan kesehatan, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri kader, yang tercermin dari peningkatan skor pre–post test pada berbagai indikator. Selain peningkatan kapasitas individu, pengabdian ini juga mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya inisiatif kader dalam mengorganisir kegiatan Posyandu dan memobilisasi partisipasi masyarakat secara lebih mandiri dan berkelanjutan.