Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang belum terbiasa berdiskusi dan belajar secara berkelompok, Siswa hanya bertanya dan mengkomunikasikan gagasan serta pendapatnya kepada teman di sekitar siswa tersebut. Hal ini menyebabkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMPN 3 SIKAKAP dalam pembelajaran masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 3 SIKAKAP Tahun Pelajaran 2024/2025 yang terdiri dari enam kelas.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Total sampling , yang terpilih sebagai kelas sampel adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis berbentuk esai. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t, menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran STAD memiliki nilai rata-rata 73,36 dan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional memiliki nilai rata-rata 64,70. Hasil uji hipotesis diperoleh3,976 dan =1,692 pada taraf nyata = 0,05 maka sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siwa dengan menggunakan model pembelajaran STAD lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional