Asri Sani Situmorang
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Prosedur Code Blue Pertolongan Pertama Gawat Darurat Pada Henti Jantung Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Magda Siringo Ringo; Indra Hizkia P; Asri Sani Situmorang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8097

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat karena dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani. Code blue adalah sistem respons terstandar untuk menangani henti jantung di rumah sakit yang berperan krusial dalam meningkatkan keberhasilan resusitasi dan menurunkan angka mortalitas. American Heart Association mencatat 209.000 kejadian henti jantung di rumah sakit Amerika Serikat setiap tahun, sementara di Indonesia diperkirakan terjadi 300.000-350.000 kasus per tahun dengan tingkat keberhasilan resusitasi yang masih rendah akibat keterlambatan respons dan kurangnya kesiapan tim medis. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan terjadi peningkatan kasus henti jantung dari 99 kasus pada tahun 2023 menjadi 147 kasus pada tahun 2024, namun belum ada evaluasi komprehensif mengenai pelaksanaan prosedur code blue di rumah sakit tersebut. Keterlambatan penanganan dalam golden period 4-6 menit dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian mendadak, sehingga implementasi code blue yang efektif sangat krusial untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan prosedur code blue pertolongan pertama gawat darurat pada henti jantung di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2025 guna meningkatkan efektivitas penanganan dan menurunkan angka mortalitas. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien henti jantung periode Januari-Juni 2025 dengan sampel 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berisi 21 pernyataan mencakup indikator deteksi dini, waktu respon, kualitas resusitasi, dan dokumentasi dengan kategorisasi tinggi (16-21), cukup (11-15), rendah (6-10), dan buruk (0-5). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan prosedur code blue berada pada kategori tinggi 100% (50 responden), tidak ada kasus kategori cukup, rendah, maupun buruk. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas responden usia >65 tahun (48%), perempuan (56%), pendidikan SMA (60%), dan pekerjaan ibu rumah tangga/petani (28%). Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan prosedur code blue di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan sangat efektif didukung oleh pelatihan berkelanjutan, standardisasi prosedur, ketersediaan fasilitas memadai, dan kompetensi tenaga kesehatan optimal dalam pengenalan dini kegawatdaruratan untuk meningkatkan keberhasilan resusitasi dan keselamatan pasien