Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rinosinusitis Kronis Maksilaris Dengan Polip Hidung Kanan Derajat III Istiqomah Hidayati; Aulia Hervi Anggraini; Hastuti Rahmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinosinusitis kronis dapat disertai dengan munculnya polip hidung didefinisikan adanya dua atau lebih gejala, salah satunya adalah penyumbatan, keluarnya cairan dari hidung, adanya nyeri pada wajah dan berkurangnya penciuman. Biasanya terjadi selama ≥12 minggu. Ilustrasi kasus seorang perempuan usia 28 tahun datang ke poliklinik THT RS TK II Moh. Ridwan Meuraksa dengan keluhan hidung tersumbat makin memberat sejak 1 tahun ini. Keluhan lainnya nyeri pada dahi dan pipi kanan kemudian berkurangnya penciuman. Pemeriksaan rinoskopi anterior kanan terdapat sekret berwarna bening dan tampak massa suspek polip hidung derajat III berwarna putih keruh dengan permukaaan licin dan pasase udara hidung tersumbat, sedangkan rinoskopi posterior kanan terdapat mukosa edema, sekret dan pada koana terlihat massa memenuhi cavum nasi suspek polip. Pemeriksaan radiologi foto waters memperlihatkan sinusitis maksilaris kanan, hipertropi konka nasalis, suspek massa cavum nasi dextra. Pasien diberikan medikamentosa berupa cefixime 200 mg, dexamethasone 0,5 mg, kortikosteroid intranasal, cetirizine 10 mg, dan irigasi hidung NaCL 0,9%. Pasien direncanakan pemeriksaan CT-Scan dan tindakan operatif yaitu ekstraksi polip dan Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS). Kesimpulan tujuan penatalaksanaan kasus ini untuk mengurangi gejala klinis, mencegah komplikasi dan timbulnya kekambuhan dengan medikamentosa, operatif atau kombinasi keduanya.