Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan global yang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan pada remaja, dengan 30% kematian kelompok usia 10-24 tahun disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia periode Desember 2018 hingga Maret 2019 tercatat 28.238 kasus kecelakaan dengan 5.914 kematian, dimana kelompok usia 15-19 tahun paling sering terlibat dengan sepeda motor sebagai kendaraan dominan. Faktor manusia berkontribusi 61% sebagai penyebab utama mencakup pelanggaran aturan lalu lintas dan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat mengurangi nyeri, mencegah kecacatan, dan menyelamatkan nyawa korban, sehingga pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama menjadi sangat penting mengingat mereka memiliki kemungkinan terbesar sebagai bystander di lingkungan masyarakat. Observasi awal di SMA Cahaya Medan menunjukkan siswa belum pernah mempelajari tindakan pertolongan pertama saat kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya pemahaman mengenai prosedur penanganan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas di SMA Cahaya Medan tahun 2025, secara khusus meliputi pengetahuan berdasarkan konsep pertolongan pertama, penanganan pingsan atau tidak sadarkan diri, penanganan luka dan perdarahan, serta penanganan patah tulang atau fraktur. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 61 siswa kelas X-1 dan X-3 setelah dikurangi 5 siswa uji pendahuluan, dengan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner adaptasi terdiri dari 20 pertanyaan terbagi dalam empat indikator dengan masing-masing 5 soal, menggunakan kategorisasi baik (16-20), cukup (12-15), dan kurang (0-11). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja secara keseluruhan sangat baik dengan 98,4% berpengetahuan baik dan 1,6% berpengetahuan cukup. Secara spesifik, pengetahuan konsep pertolongan pertama mencapai 96,7% baik, penanganan pingsan 91,8% baik, penanganan luka dan perdarahan 98,4% baik, dan penanganan patah tulang atau fraktur 91,8% baik. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas responden perempuan 63,9%, usia 15 tahun sebesar 78,7%, dengan distribusi seimbang antara kelas X-1 dan X-3. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di SMA Cahaya Medan berada pada kategori sangat baik yang dipengaruhi oleh edukasi kesehatan, keaktifan dalam kegiatan Palang Merah Remaja, akses informasi media sosial, dan tingkat pendidikan yang mendukung kemampuan kognitif, sehingga perlu dipertahankan melalui program edukasi kesehatan berkelanjutan.