Rupina Kanasia Situmorang
Institut Kesehatan Helvetia Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pendekatan Behavior Based Safety (BBS) Terhadap Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) Pada Supir Angkutan Umum 135 Rupina Kanasia Situmorang; Khoirotun Najihah; Zahratul Zannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8153

Abstract

Tindakan tidak aman (unsafe action) merupakan tindakan atau perbuatan berbahaya yag berasal dari pekerja yang disebabkan oleh beberapa faktor internal seperti sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kurang pengetahuan dan keterampilan, kecacatan pada tubuh, kelesuan serta keletihan sedangkan faktor eksternal seperti sistem kerja dan kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan Behavior Based Safety (BBS) terhadap tindakan tidak aman (unsafe action) yang dilakukan oleh supir angkutan umum 135 di Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap 5 orang responden informan utama merupakan 3 supir, informan kunci manager 1 dan informan pendukung polisi 1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah supir masih melakukan tindakan tidak aman, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melanggar rambu lalu lintas, serta melakukan penghentian mengemudi secara tiba-tiba. Pendekatan BBS diterapkan melalui observasi perilaku, pemberian umpan balik, dan pelaporan tertulis terhadap perilaku berisiko yang teridentifikasi. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan Behavior Based Safety (BBS) dapat diterapkan sebagai strategi preventif dalam mengurangi potensi kecelakaan kerja di sektor transportasi, khususnya pada pengemudi angkutan umum. Melalui pendekatan ini, terbentuk pola perilaku kerja yang lebih aman dan meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap pentingnya keselamatan kerja.