Ikhwan El Akmal Pakpahan
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paparan Edukasi Seksual pada Masa Perkembangan Anak dan Remaja di Lingkungan Pendidikan Ikhwan El Akmal Pakpahan; Eric Wijaya; Alvin Alvin; Nadia Rahmadani; Fauzan Al Qori; Iqbal Iqbal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat paparan pendidikan seksual pada anak dan remaja serta hubungannya dengan perilaku seksual berisiko di lingkungan pendidikan. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang krusial, ditandai dengan perubahan biologis dan psikologis yang meningkatkan rasa ingin tahu terhadap seksualitas. Namun, keterbatasan akses terhadap pendidikan seksual yang akurat sering mendorong remaja untuk mencari informasi dari sumber yang tidak terverifikasi, sehingga berpotensi memicu perilaku seksual berisiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan Google Forms yang disebarkan kepada pelajar dan remaja berusia 14–23 tahun di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 162 orang. Kuesioner mengukur tingkat paparan pendidikan seksual, sumber informasi yang diperoleh, serta intensitas perilaku seksual berisiko, termasuk konsumsi pornografi dan aktivitas seksual pranikah. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah menerima pendidikan seksual dari orang tua atau sekolah, dengan 55,0% tergolong memiliki tingkat paparan tinggi, 30,2% paparan sedang, dan 14,8% paparan rendah. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat paparan pendidikan seksual dan perilaku seksual berisiko. Remaja dengan tingkat pendidikan seksual yang lebih rendah cenderung memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam mengakses konten pornografi serta terlibat dalam aktivitas seksual dini. Kesimpulan, pendidikan seksual memiliki peran penting dalam menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja. Pendidikan seksual yang memadai dan konsisten dapat berfungsi sebagai faktor protektif dalam proses perkembangan remaja, sedangkan paparan yang tidak mencukupi meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual yang merugikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan program pendidikan seksual komprehensif baik di lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fokus dan Antusiasme Mahasiswa dalam Pembelajaran di Kelas Sherly Wijaya; Labora Nainggolan; Elen Febriana Sinambela; Yuli Andriyani; Roiman Laia; Arya Erilian Saragih; Ikhwan El Akmal Pakpahan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the dominant instructional factors that influence university students' focus and enthusiasm during classroom learning. As the use of presentation media becomes increasingly integrated into higher education, understanding which elements most effectively support student engagement is crucial. This research employed a descriptive quantitative method involving 134 students from various academic programs. Data were collected using structured questionnaires consisting of both closed-ended and open-ended items. The findings reveal that presentation media plays a supportive role by enhancing visual organization and material clarity. However, lecturer explanation emerged as the most influential factor, significantly shaping cognitive attention and emotional engagement. These results highlight that while visual design contributes to comprehension, effective communication and interaction between lecturers and students remain central determinants of engagement. The study provides valuable insights for improving instructional strategies and developing more engaging learning environments in higher education.