Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Quick Ratio (QR), Debt To Equity Ratio (DER) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bei Periode 2019-2024 Aliyah Zahirah; Ratna Juwita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya informasi kinerja keuangan dalam memengaruhi keputusan investasi, khususnya pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang cenderung stabil namun tetap menghadapi fluktuasi harga saham akibat dinamika ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Quick Ratio (QR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 90 data observasi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Random Effect untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quick Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa tingkat likuiditas tidak selalu menjadi pertimbangan utama investor. Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, mencerminkan bahwa penggunaan leverage yang optimal dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Earning Per Share juga berpengaruh positif dan signifikan, menegaskan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba per saham menjadi indikator penting dalam penilaian investor. Secara simultan, QR, DER, dan EPS terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rasio solvabilitas dan profitabilitas memiliki peran lebih dominan dibandingkan likuiditas dalam menjelaskan pergerakan harga saham pada sektor consumer non-cyclicals.