Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Aromaterapi Bitter Orange Terhadap Nyeri Persalinan Pada Fase Aktif Kala 1 Di PMB Bidan Juhaeriah Bogor Tahun 2025 Monica Bella Putri Utami; Siska Nova Fitriani; Novita Rizki Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8282

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan nyeri kontraksi uterus dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan warna kulit, dan jika tidak segera ditangani dapat meningkatkan perasaan khawatir, tegang, takut, dan mungkin stress. Nyeri persalinan yang parah dapat meningkatkan tekanan mental ibu selama persalinan, menyebabkan kelelahan, mempengaruhi fungsi otot rahim yang tidak normal selama persalinan, dan menyebabkan komplikasi persalinan Banyak metode farmakologis dan non farmakologis yang digunakan untuk mengatasi nyeri selama persalinan, namun metode farmakologis lebih mahal dan dapat menimbulkan efek samping. Sebaliknya metode non farmakologi lebih murah dan efektif, tanpa efek samping berbahaya, serta memungkinkan ibu dapat mengontrol emosi dan kekuatannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan dalam proses persalinan. Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM) analgesik untuk persalinan, termasuk hipnosis, pijat, kompresi hangat, teknik pernapasan, dan aromaterapi, menjadi semakin populer selama dekade terakhir. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang menggunakan komponen cairan yang mudah menguap (disebut juga minyak atsiri dan senyawa aromatik lainnya) yang berasal dari tumbuhan yang dapat mempengaruhi jiwa, emosi, fungsi kognitif, dan kesehatan seseorang. Saat Anda menghirup aromaterapi, molekul aroma dideteksi oleh saraf sensorik pada membran penciuman dan ditransmisikan secara elektrik ke pusat rasa dan sistem limbik (pusat emosi). Hipotalamus terhubung langsung dengan bagian otak lain yang mengatur detak jantung, tingkat stres, tekanan darah, pernapasan, memori, serta melepaskan hormon endorfin yang memiliki kemampuan meredakan nyeri saat melahirkan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan pada fase aktif kala I di PMB Bidan Juhaeriah Bogor tahun 2025, dengan melihat tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi serta menganalisis efeknya terhadap penurunan nyeri persalinan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest, di mana pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi bitter orange pada ibu bersalin fase aktif kala I. Sampel penelitian berjumlah 10 responden yang dipilih secara purposive sampling di PMB Bidan Juhaeriah Bogor. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap penurunan nyeri persalinan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nyeri sebelum pemberian aromaterapi bitter orange sebesar 5,5 dan menurun menjadi 3,7 setelah intervensi. Uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, aromaterapi bitter orange efektif menurunkan nyeri persalinan fase aktif kala I di PMB Bidan Juhaeriah Bogor.