Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mengurangi Waste Pada PT. Gema Hutani Lestari Di Kabupaten Buru Siska Yanti Tasijawa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8329

Abstract

PT. Gema Hutani Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan hutan alam secara lestari di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Dalam pelaksanaan operasionalnya, perusahaan menghadapi tantangan signifikan berupa terjadinya berbagai bentuk pemborosan (waste) yang berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas kerja, seperti keterlambatan proses produksi, penumpukan kayu, kerusakan alat berat, dan cacat produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Manufacturing dalam mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan yang terjadi dalam proses produksi, dengan fokus pada aktivitas-aktivitas dari penebangan hingga pengangkutan kayu ke tempat penimbunan (TPK). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan kunci, serta studi dokumentasi internal perusahaan. Hasil analisis menggunakan Value Stream Mapping (VSM) menunjukkan bahwa dari total waktu proses 483 menit per siklus produksi, hanya 182 menit (37,7%) yang termasuk aktivitas bernilai tambah (VA), sedangkan sisanya terbagi antara Necessary but Non-Value Added (NNVA) sebesar 37,5% dan Non-Value Added (NVA) sebesar 31,1%. Jenis waste yang dominan ditemukan antara lain waiting, overprocessing, transportation, inventory, dan defect. Penyebab utama pemborosan diidentifikasi menggunakan diagram Fishbone (Ishikawa), yang mengungkap faktor-faktor seperti mesin tua dan sering rusak, metode kerja yang belum optimal, medan kerja yang berat, serta sistem logistik yang kurang responsif. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi perbaikan berkelanjutan melalui pendekatan Just In Time (JIT), implementasi 5S untuk menata lingkungan kerja, dan Kaizen sebagai budaya perbaikan terus-menerus. Temuan ini menunjukkan bahwa Lean Manufacturing tidak hanya mampu mengurangi pemborosan, tetapi juga meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas produk dalam sektor kehutanan yang memiliki kompleksitas tinggi.