Pesatnya perkembangan teknologi finansial (fintech) telah membuat investasi online semakin diminati karena akses yang mudah dan tidak terbatas oleh lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan kepercayaan pengguna (trust) terhadap minat menggunakan aplikasi Ajaib sebagai sarana investasi online di Kota Medan. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan Davis (1989) serta literatur kepercayaan, dengan kemudahan penggunaan (X₁) dan kepercayaan pengguna (X₂) sebagai variabel independen, serta minat menggunakan (Y) sebagai variabel dependen. Hipotesis menyatakan bahwa kedua variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert yang disebarkan kepada 100 responden pengguna Ajaib di Kota Medan selama Agustus–Oktober 2025, dengan teknik purposive sampling (usia ≥18 tahun, memiliki akun aktif, dan pernah bertransaksi). Ukuran sampel minimum ditentukan menggunakan rumus Cochran (tingkat kepercayaan 95%, margin of error 10%). Instrumen diuji validitas (korelasi produk momen) dan reliabilitas (Guttman Split-Half), serta asumsi klasik (normalitas Kolmogorov-Smirnov, multikolinearitas VIF, heteroskedastisitas scatterplot). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji T (parsial), uji F (simultan), dan koefisien determinasi (Adjusted R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan (koefisien β₁ = 0,373; t = 4,180; p < 0,001), begitu pula kepercayaan pengguna (koefisien β₂ = 0,449; t = 4,112; p < 0,001). Secara simultan, model regresi signifikan (F = 44,084; p < 0,05) dengan nilai Adjusted R² = 0,465, yang berarti 46,5% variasi minat menggunakan dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Mayoritas responden adalah generasi muda (usia 21–24 tahun, 59%), mahasiswa (55%), dengan frekuensi transaksi rendah (61% hanya 2–5 kali) dan instrumen utama saham (90%). Kesimpulannya, peningkatan kemudahan penggunaan (melalui antarmuka intuitif, navigasi mudah, dan fleksibilitas) serta penguatan kepercayaan pengguna (melalui keamanan, transparansi, dan integritas layanan) merupakan strategi kunci bagi pengembang Ajaib untuk meningkatkan adopsi dan retensi pengguna, khususnya di kalangan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi digital