Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan, prestasi belajar, dan kesehatan reproduksi di masa mendatang. Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama pertumbuhan dan kehilangan zat besi melalui menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha, Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain case control. Sampel berjumlah 146 remaja putri, terdiri dari 73 kasus (anemia) dan 73 kontrol (tidak anemia), yang dipilih secara purposive dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pola makan, pengukuran antropometri (IMT), recall konsumsi zat besi 24 jam, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hemocue. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada responden sebesar 50,0%. Pengetahuan gizi berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,003; OR = 3,48; 95% CI: 1,49–8,16). Pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,615). Status gizi berdasarkan IMT menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan anemia (p = 0,055; OR = 2,33), namun tidak signifikan setelah dikontrol variable lain. Konsumsi zat besi menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan konsumsi zat besi kurang mengalami anemia. Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi zat besi merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh pengetahuan gizi. Anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha didominasi oleh anemia defisiensi besi. Konsumsi zat besi yang kurang dan pengetahuan gizi yang tidak baik merupakan faktor risiko utama kejadian anemia. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kecukupan zat besi melalui penguatan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) berbasis sekolah dan edukasi gizi yang spesifik.