Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Zuhd dan Mahabbah dalam Ekonomi Islam Kontemporer: Perspektif Tasawuf sebagai Solusi Krisis Nilai Bisnis Bayu Fermadi; Moh. Hasan Fauzi; Moch. Bashori Alwi; Yuni Pangestutiani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contemporary economic and business landscape is experiencing a profound value crisis marked by the dominance of materialism, consumerism, and instrumental rationality. These tendencies have contributed to ethical problems such as social inequality, declining integrity, and the erosion of public trust, revealing the limitations of mainstream economic paradigms in addressing the moral and spiritual dimensions of human life. This study aims to examine the role of Sufi values, particularly zuhd and mahabbah, as an alternative ethical framework within contemporary Islamic economics. Employing a qualitative approach, this research conducts a systematic literature review using descriptive and thematic analysis of relevant scholarly publications published between two thousand seventeen and two thousand twenty five. The findings indicate that zuhd and mahabbah offer a holistic and transformative ethical framework for economic activity. Zuhd functions as an internal mechanism for restraining excessive material attachment, thereby reducing consumerism, preventing economic crimes, and promoting sustainability. Meanwhile, mahabbah fosters a relational ethic grounded in divine love that strengthens trust, social solidarity, and integrity at both individual and institutional levels. The study further demonstrates that Sufi values are relevant and applicable across various contexts, including education, business organizations, and community based economic initiatives. Overall, the Sufi approach has the potential to complement mainstream economic paradigms by reinforcing ethical and spiritual dimensions, thereby contributing to the development of a more just, humane, and sustainable model of Islamic economics.
Implementasi Konsep Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) dalam Bimbingan dan Konseling Islami di Perguruan Tinggi Bayu Fermadi; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Aina Noor Habibah; Moh. Hasan Fauzi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Nur Rahma Shanty
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i1.427

Abstract

Permasalahan kesehatan mental dan spiritual di kalangan mahasiswa meningkat, sementara layanan bimbingan dan konseling konvensional di perguruan tinggi seringkali belum terintegrasi secara maksimal dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi kebutuhan mendasar sebagian besar mahasiswa Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) sebagai pendekatan integratif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) di perguruan tinggi. Program dilaksanakan di Universitas X melalui serangkaian kegiatan: (1) Pelatihan dan workshop bagi konselor dan peer counselor tentang teknik konseling berbasis Tazkiyatun Nafs, (2) Pengembangan modul panduan singkat, dan (3) Penyediaan layanan konseling kelompok tematik yang mengintegrasikan konsep Muhasabah (introspeksi), Mujahadah an-Nafs (perjuangan melawan hawa nafsu), dan Riyadhah (latihan spiritual). Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 15 konselor/calon konselor dan 30 mahasiswa sebagai klien sukarela. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi konselor dalam melakukan asesmen spiritual dan pendekatan yang lebih holistik. Mahasiswa peserta konseling melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan, serta peningkatan self-awareness dan ketenangan batin. Diskusi menggarisbawahi bahwa integrasi Tazkiyatun Nafs memberikan kerangka konseptual yang kaya dan praktis untuk memperkuat dimensi psiko-spiritual dalam konseling kampus, sesuai dengan konteks budaya-religius Indonesia. Disimpulkan bahwa implementasi konsep ini dapat mengoptimalkan peran BKI dalam membangun ketahanan mental-spiritual mahasiswa.
Fun Learning Tasawuf: Model Pembelajaran Nilai-Nilai Akhlak Tasawuf untuk Anak Usia Dini melalui Pendekatan Multisensori Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Moh. Hasan Fauzi; Aina Noor Habibah; Chafidz Kusnindar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i4.433

Abstract

Penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Nilai-nilai tasawuf seperti syukur, sabar, jujur, dan cinta kasih memiliki potensi besar untuk dikenalkan pada anak, namun sering dianggap abstrak dan sulit dipahami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model “Fun Learning Tasawuf” yang menggunakan pendekatan multisensori (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak tasawuf kepada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Mawar, Kota Malang, dengan melibatkan 25 anak usia 4-6 tahun, 5 guru, dan 15 orang tua. Metode pelaksanaan berupa pelatihan guru, pembuatan media pembelajaran multisensori (seperti sensory box “Syukur”, puzzle “Sabar”, lagu “Ikhlas”), serta pembelajaran langsung berbasis bermain. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman anak terhadap konsep nilai-nilai tasawuf yang diajarkan. Anak-anak mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sederhana. Diskusi menggarisbawahi bahwa pendekatan multisensori yang menyenangkan efektif menjembatani konsep spiritual yang abstrak menjadi pengalaman konkret bagi anak. Model ini juga meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam mengajarkan nilai-nilai moral. Disimpulkan bahwa “Fun Learning Tasawuf” merupakan model inovatif yang layak dikembangkan untuk pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan spiritual Islam.
Akhlak Tasawuf Lokal Dan Universal: Studi Kasus Integrasi Mistisisme Jawa Dan Ajaran Al-Ghazali Di Madrasah Bayu Fermadi; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Aina Noor Habibah; Moh. Hasan Fauzi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Ali Asfiyak
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2025): Oktober : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i5.428

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses sintesis antara tasawuf universal yang diwakili oleh pemikiran Imam Al-Ghazali dengan nilai spiritual lokal Jawa dalam konteks pendidikan madrasah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi mistisisme Jawa dan ajaran tasawuf Al-Ghazali dapat diterapkan dalam pendidikan madrasah tanpa menghilangkan esensi ajaran tasawuf maupun kearifan lokal Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu epistemologis antara tasawuf Al-Ghazali dengan spiritualitas Jawa, terutama dalam aspek maqamat (tingkatan spiritual), konsep makrifat, dan etika sosial. Penelitian ini menemukan bahwa model integrasi yang tepat dapat memperkaya pembelajaran akhlak-tasawuf di madrasah dengan tetap mempertahankan otentisitas ajaran Islam. Implikasi pedagogis dari temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kontekstual yang menghargai kearifan lokal sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip tasawuf universal.
Mistisisme Maskulin dan Spiritualitas Feminin: Reinterpretasi Metafora Gender dalam Teks Tasawuf Klasik dan Kontemporer Moh. Hasan Fauzi; Aina Noor Habibah; Misbachul Munir; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Yuni Pangestutiani; Nur Rahma Shanty
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 4 (2025): Agustus : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i4.445

Abstract

Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PRODUKSI PUPUK KOMPOS ORGANIK BERKELANJUTAN DARI LIMBAH RUMAH TANGGA Yuniar Alam; Moh. Hasan Fauzi; Harliana; Ulfa Niswatul Khasanah; Wahyu Dwi Handoko
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5146

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di lingkungan masyarakat, terutama tingginya proporsi sampah organik yang mencapai 60–70% dari total timbulan sampah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menyebabkan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik komposting berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pelatihan komposting, pendampingan proses selama 3–4 minggu, serta post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran teknis parameter kompos seperti suhu, kelembaban, serta berat input dan output. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan kompos dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan bebas bau. Volume sampah organik rumah tangga juga berkurang rata-rata sebesar 10%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah lain dengan dukungan fasilitas komposter dan pendampingan lanjutan.
PENYEMPURNAAN AKHLAK DALAM HADIS SEBAGAI KERANGKA FILOSOFIS Moh. Hasan Fauzi; Abu Muslim; Bustanul Yuliani
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2026): TEO-SUFISME
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v12i1.2308

Abstract

This study aimed to reconstruct the ḥadīth “innamā buʿithtu li-utammima makārim al-akhlāq” as a systematic philosophical foundation of Islamic education within contemporary educational discourse. The study employed a qualitative–philosophical approach through textual analysis of the ḥadīth, critical engagement with classical commentaries, and conceptual dialogue with Islamic and modern educational philosophy. Data were analyzed using ontological, epistemological, and axiological frameworks to uncover the educational structure embedded in the ḥadīth. The findings demonstrated that the ḥadīth on moral perfection functioned not merely as a normative moral statement but as a coherent conceptual framework of education. Ontologically, the ḥadīth positioned education as a holistic process of human formation oriented toward moral perfection. Epistemologically, the concept of utammima indicated an integration of revelation, reason, and experience as sources of moral knowledge. Axiologically, moral character was established as the ultimate aim of education, with cognitive and instrumental achievements serving as supportive means rather than final goals. The study concluded that the ḥadīth on moral perfection possessed strong theoretical potential to be repositioned from ethical rhetoric to a systematic foundation of Islamic educational philosophy. The novelty of this study lay in conceptualizing the ḥadīth as a philosophical framework that bridges Islamic transcendental values and contemporary educational theory beyond normative interpretation.
Integrasi Kurikulum Global dan Nilai Keislaman dalam Ekosistem Pendidikan Pesantren Modern: Studi Kasus di Pondok Pesantren Aqobah International School Jombang Abu Muslim; Moh. Hasan Fauzi; Wilis Werdiningsih; Sovia Fahraini
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jpkin.v5i1.3217

Abstract

This study aims to analyze how global curricula and Islamic values are integrated within the educational ecosystem of a modern Islamic boarding school (pesantren), and how this integration process shapes students' character and competencies. The research employed an interpretivist paradigm with a qualitative case study design at a modern pesantren implementing an international curriculum (AIS). Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and institutional document analysis involving 35 purposively selected participants over January–March 2025, and were analyzed thematically using triangulation and member-checking strategies to ensure data trustworthiness. The findings reveal that integration does not occur additively but through the diffusion of a shared value framework across three simultaneous channels: classroom pedagogy, boarding-life routines, and institutional discourse that unifies all institutional actors. The conceptual frameworks of "Nubuwwah Character" and "Madrasah Kehidupan" function as connectors that provide narrative coherence between the academic curriculum and students' religious life. Drawing on habitus theory and social learning theory as analytical lenses, this study proposes a shared value ecosystem model as a conceptual contribution to understanding Islamic educational integration. These findings carry important implications for the management of modern pesantren institutions seeking to adopt global curricula without losing their Islamic value foundation.