Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Design And Development Of A Napier Grass Chopping Machine Based On A Rotary Blade Mechanism And Pull Roll System With A Capacity Of 1 Ton/Hour Sayid Bahri Sriwijaya; Tika Kristianti; Ikbal Ikbal; Arya Kurniawan; Zikrillah Ferias
Journal of Innovative and Creativity Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study purpose was to design, develop, and evaluate an elephant grass chopping machine that integrates a rotary blade mechanism and a pull roll system to improve feeding stability, productivity, and chopping uniformity in ruminant feed processing. Traditional manual chopping methods are labor-intensive, time-consuming, and produce inconsistent particle sizes, which reduce feed efficiency. This research aimed to develop a farm-scale machine with a target capacity of 1 ton/hour that is technically and economically feasible for farmers.Materials and methods. This study used an engineering-based research and development approach consisting of design, fabrication, and performance testing. The prototype was powered by a GX 220 gasoline engine and equipped with strip-type carbon steel rotary blades, a pull roll feeding system, and a pulley–V-belt transmission. Performance testing was conducted using elephant grass at three blade rotational speeds (1,120 rpm, 1,680 rpm, and 2,240 rpm). The observed parameters included chopping time, output mass, chopping capacity, and distribution of chopped sizes.Results. The machine achieved an optimal working capacity of approximately 1,080 kg/hour at a blade speed of 1,680 rpm, meeting the design target. Higher blade speeds reduced processing time and increased the proportion of smaller chopped particles, while lower speeds resulted in longer and less uniform cuts. The pull roll system effectively stabilized material feeding and enabled continuous operation.Conclusions. The developed machine improved labor efficiency, productivity, and feed chopping uniformity, indicating good potential for farm-scale application. However, further design improvements are required to reduce frame vibration, optimize hopper design, and enhance blade mounting safety.
Evaluasi Uji Hydrotest dan Tindakan Perbaikan Terhadap Faktor Penyebab Kebocoran pada Boiler Combimax (Water Tube) Menggunakan Pompa Eletrik PT Thermax Internasional Indonesia Gurruh Dwi Septano; Sayid Bahri Sriwijaya; Dery Permana Maham Putra; Muhammad Reza Azhar; Zikrillah Ferias
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue No. 2: January 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

Boiler merupakan komponen vital dalam sistem pembangkit uap yang digunakan secara luas di sektor industri. Salah satu metode penting dalam memastikan integritas dan keamanan sistem boiler adalah dengan melakukan hydrotest, yaitu pengujian tekanan menggunakan media cair untuk mendeteksi adanya kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kebocoran yang terjadi pada boiler Combimax tipe water tube di PT THERMAX INTERNATIONAL INDONESIA. dengan menggunakan pompa elektrik sebagai alat uji utama. Metodologi yang digunakan meliputi pengamatan langsung saat pelaksanaan hydrotest, pengumpulan data teknis tekanan dan aliran, serta identifikasi titik-titik kebocoran pada pipa dan sambungan. Hasil pengujian menunjukkan adanya beberapa area rawan bocor yang disebabkan oleh korosi internal, kegagalan sambungan las, dan tekanan operasi yang melebihi batas desain. Selain itu, efisiensi pompa elektrik dalam proses pengujian juga dianalisis untuk menilai kesesuaian alat terhadap standar pengujian tekanan yang berlaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan hydrotest dengan pompa elektrik dapat secara efektif mendeteksi potensi kebocoran, namun diperlukan prosedur perawatan dan inspeksi berkala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Rekomendasi teknis juga disusun sebagai acuan bagi pengelolaan dan pengujian boiler di masa mendatang.