Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Group Activity Therapy on Quality of Life and Depression Level in Elderly at Panti Asuhan Yayasan Karya Murni Yani Lestari; Siska Mariany Ocfica Napitupulu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background and Purpose: Depression and reduced quality of life (QoL) are prevalent but underaddressed conditions among institutionalized elderly. This study aimed to examine the effect of Group Activity Therapy (GAT) on quality of life and depression levels in elderly residents at Panti Asuhan Yayasan Karya Murni, Medan, Indonesia. Methods: A quasi-experimental study with a pre-test–post-test control group design was conducted. Sixty elderly residents (aged ≥60 years) were selected using purposive sampling and equally assigned to intervention (n=30) and control (n=30) groups. Inclusion criteria included residents aged ≥60 years, scoring ≥5 on the Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15), and able to communicate. Exclusion criteria included severe cognitive impairment and acute medical illness. The intervention group received eight structured GAT sessions over four weeks (two sessions/week, 60 minutes each), covering music therapy, reminiscence therapy, and light exercise. Quality of life was measured using the validated Indonesian version of the WHOQOL-BREF, and depression was assessed with the GDS-15. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and Mann-Whitney U Test (SPSS v.25, p<0.05). Ethical clearance was obtained from the Institutional Ethics Committee of Universitas Bunda Thamrin (No. 014/EC-UBT/2024). Results: The intervention group showed a significant improvement in QoL (mean pre: 48.3 vs. post: 67.8; p=0.001) and a significant reduction in depression scores (mean pre: 9.7 vs. post: 5.1; p=0.001). The control group showed no significant changes. Between-group comparisons were statistically significant for both outcomes (p=0.001). Conclusion: Group Activity Therapy significantly improves quality of life and reduces depression among institutionalized elderly. Healthcare providers and nursing home administrators should integrate structured group activity programs into routine elderly care to promote psychosocial well-being.
Program Intervensi Berbasis Selfcare terhadap Orang Tua Balita Gizi Kurang dalam Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Karang Rejo Yani Lestari; Reny Juliana Sihombing
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan anak. Upaya penanggulangan memerlukan pendekatan yang melibatkan peran aktif orang tua melalui program intervensi berbasis selfcare yang terintegrasi dengan pemanfaatan sumber pangan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program intervensi berbasis selfcare terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua balita gizi kurang dalam memanfaatkan pangan lokal di Desa Karang Rejo. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test. Populasi adalah seluruh orang tua balita gizi kurang di Desa Karang Rejo. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan yang bermakna pada pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi selfcare (p<0,05). Sikap orang tua dalam memanfaatkan pangan lokal meningkat secara signifikan (p<0,05). Perilaku pemberian makan berbasis pangan lokal juga mengalami perbaikan bermakna pasca intervensi (p<0,05). Kesimpulan: Program intervensi berbasis selfcare terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua balita gizi kurang dalam memanfaatkan pangan lokal di Desa Karang Rejo. Implementasi program ini dapat menjadi model intervensi gizi yang berkelanjutan berbasis komunitas.