Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dengan gejala khas sesak napas, batuk, dan produksi dahak. Prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7% dengan kecenderungan peningkatan yang diperburuk oleh faktor risiko seperti kebiasaan merokok dan polusi udara. Data RSUP H Adam Malik Medan menunjukkan peningkatan pasien PPOK dari 283 kasus tahun 2022 menjadi 483 kasus tahun 2023, dan 202 kasus pada enam bulan pertama 2024. Pasien PPOK mengalami penurunan saturasi oksigen hingga 85% yang menyebabkan hipoksemia, gangguan pertukaran gas, hiperinflasi paru, dan penumpukan udara dalam alveolus yang mengganggu kualitas hidup. Pursed lip breathing merupakan teknik pernapasan non-farmakologis dengan menghirup udara melalui hidung dan menghembuskan melalui bibir yang dirapatkan untuk meningkatkan tekanan jalan napas dan mencegah kolaps saluran napas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pursed lip breathing exercises terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUP H Adam Malik Medan tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel sebanyak 10 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasien PPOK composmentis dan saturasi oksigen ≤95%. Intervensi pursed lip breathing diberikan sebanyak 6 kali perlakuan. Pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oxymetry sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan saturasi oksigen meningkat signifikan dari rata-rata 92,70% (SD=1,160) sebelum intervensi menjadi 99,00% (SD=1,054) setelah intervensi dengan peningkatan rata-rata 6,30%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,004 (p<0,05) yang membuktikan adanya perbedaan signifikan. Seluruh responden (100%) yang awalnya berada pada kategori tidak normal (<95%) berhasil mencapai kategori normal (>95%) setelah pemberian intervensi. Kesimpulan penelitian menyimpulkan pursed lip breathing exercises terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen pasien PPOK secara signifikan dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah, aman, efektif untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien PPOK.