Ira Maulani Lubis
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Family Support on Functional Recovery of Post-Stroke Patients at Haji General Hospital Medan in 2026 Ira Maulani Lubis; Julaiha Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stroke remains a leading cause of long-term disability worldwide, significantly impairing patients' functional independence. Family support has been recognized as a critical psychosocial factor that may influence rehabilitation outcomes; however, empirical evidence from Indonesian hospital settings, particularly in North Sumatra, remains limited. The purpose of this study was to analyze the effect of family support on the functional recovery of post-stroke patients at Haji General Hospital Medan in 2026. Methods: A descriptive correlational cross-sectional design was employed. Participants were 87 post-stroke patients recruited through purposive sampling between September and December 2025. Inclusion criteria required patients to have been diagnosed with stroke at least one month prior, be aged 18 years or older, and have a primary family caregiver. Data on family support were collected using the adapted Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), and functional recovery was assessed using the Barthel Index (BI). Ethical clearance was obtained from the institutional review board. Data were analyzed using SPSS version 26, with Spearman's rank correlation coefficient applied to test the hypotheses (alpha = 0.05). Results: Of 87 participants, 52.9% reported high family support and 55.2% demonstrated good functional recovery (Barthel Index score ≥ 61). Spearman's rank correlation analysis revealed a statistically significant moderate positive relationship between overall family support and functional recovery (r = 0.541; p = 0.001). All four sub-dimensions of family support (informational, emotional, instrumental, and appraisal) were significantly correlated with functional recovery (p < 0.05). Conclusion: Family support exerts a significant positive effect on the functional recovery of post-stroke patients. Healthcare providers and hospital management should develop structured family-centered care programs to optimize rehabilitation outcomes for post-stroke patients
Selfcare Agensi pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak Ira Maulani Lubis; Roy Wilson Sihaloho
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan kemandirian perawatan diri (selfcare agency). Kemampuan selfcare yang optimal merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup dan partisipasi sosial ABK. Sekolah Luar Biasa (SLB) memegang peran strategis dalam memfasilitasi pengembangan selfcare agency melalui program pendidikan khusus yang terstruktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran selfcare agency pada anak berkebutuhan khusus di SLB Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 68 orang tua/wali ABK yang bersekolah di SLB Hamparan Perak. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi menjadi responden (N=68). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Appraisal of Self-Care Agency (ASA-A) yang telah dimodifikasi dan divalidasi sesuai konteks ABK di Indonesia (nilai Content Validity Index/CVI=0,92; Cronbach’s Alpha=0,87). Data dikumpulkan pada 21 Januari–30 April 2025 dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 10–15 tahun (44,1%), berjenis kelamin laki-laki (57,4%), dengan diagnosis tunagrahita (41,2%). Hasil analisis menunjukkan 36 responden (52,9%) memiliki selfcare agency dalam kategori rendah, 22 responden (32,4%) kategori sedang, dan 10 responden (14,7%) kategori tinggi. Komponen yang paling lemah adalah domain estimasi kognitif (52,9% rendah). Kesimpulan: Mayoritas ABK di SLB Hamparan Perak memiliki selfcare agency kategori rendah, terutama pada aspek kemampuan kognitif dalam merencanakan perawatan diri. Intervensi terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan selfcare agency ABK.
Selfcare Agensi pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak Ira Maulani Lubis; Roy Wilson Sihaloho
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12616

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan kemandirian perawatan diri (selfcare agency). Kemampuan selfcare yang optimal merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup dan partisipasi sosial ABK. Sekolah Luar Biasa (SLB) memegang peran strategis dalam memfasilitasi pengembangan selfcare agency melalui program pendidikan khusus yang terstruktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran selfcare agency pada anak berkebutuhan khusus di SLB Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 68 orang tua/wali ABK yang bersekolah di SLB Hamparan Perak. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi menjadi responden (N=68). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Appraisal of Self-Care Agency (ASA-A) yang telah dimodifikasi dan divalidasi sesuai konteks ABK di Indonesia (nilai Content Validity Index/CVI=0,92; Cronbach’s Alpha=0,87). Data dikumpulkan pada 21 Januari–30 April 2025 dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 10–15 tahun (44,1%), berjenis kelamin laki-laki (57,4%), dengan diagnosis tunagrahita (41,2%). Hasil analisis menunjukkan 36 responden (52,9%) memiliki selfcare agency dalam kategori rendah, 22 responden (32,4%) kategori sedang, dan 10 responden (14,7%) kategori tinggi. Komponen yang paling lemah adalah domain estimasi kognitif (52,9% rendah). Kesimpulan: Mayoritas ABK di SLB Hamparan Perak memiliki selfcare agency kategori rendah, terutama pada aspek kemampuan kognitif dalam merencanakan perawatan diri. Intervensi terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan selfcare agency ABK