Nurul Fadilah
a:1:{s:5:"en_US";s:28:"Universitas Islam Indragiri ";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Gaya Kepemimpinan Dalam Perspektif Gender Nurul Fadilah; Ali Murtopo; risna safitri
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpmp.v1i2.7

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perbedaan gaya kepemimpinan dalam perspektif gender. Studi ini menyoroti pentingnya mengatasi stereotip gender dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi individu untuk mengembangkan identitas mereka sendiri. Penelitian ini mempunyai implikasi signifikan bagi individu yang ingin mengubah gaya kepemimpinan berdasarkan gender. penelitian tentang kepemimpinan berfokus pada mengidentifikasi perbedaan antara kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan kajian kepustakaan (library research). Rancangan penelitian meliputi pemilihan topik, eksplorasi informasi, menentukan fokus penelitian berdasarkan informasi yang telah diperoleh, pengumpulan data dari buku-buku, jurnal, laporan penelitian, dan literatur lainnya yang mendukung tema penelitian ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa para pemimpin dapat menggunakan gaya kepemimpinan interaktif, seperti kepemimpinan transformasional, yang melibatkan manajemen konflik, pembinaan, dan organisasi pribadi. Perempuan yang menggunakan kepemimpinan yang terdapat yang signifikan dan terdapat yang efektif. Perempuan juga menggunakan "kepemimpinan transformasional" yang menggunakan gaya-gaya "kepemimpinan interaktif" dengan mendorong partisipasi, pembagian kekuasaan dan informasi, dan mempertinggi harga diri orang-orang. Gaya kepemimpinan ini berhubungan dengan tujuh skill manajemen secara umum yang berpengaruhi: pendelagasian, manajemen konflik, coaching dan developing, personal organization dan time management, komunikasi, adaptabilitas personal, dan analisa masalah dan pengambilan keputusan. Sedangkan laki-laki cenderung memotivasi orang-orang dengan mentransform kesenangan diri individu ke dalam tujuan-tujuan kelompok, perempuan lebih memilih untuk mendelegasikan dan kemudian melatih, sedangkan laki-laki lebih memilih cenderung mengarahkan dan kemudian mendukung. Perempuan mungkin lebih bisa menunjukkan bahwa mereka menggunakan sebuah gaya kepemimpinan interaktif dibanding laki-laki, yang disebut kepemimpinan tranformasional