Muhammad Taufik
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAJIR SEBAGAI PENGUAT AGAMA (STUDI MA`ANIL HADIS) Febiola Reza; Muhammad Taufik
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.64

Abstract

Secara umum manusia terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu mu’min dan kufur yang disebut fajir. Fajir diartikan sebagai orang yang berperangai buruk, berbuat maksiat, meninggalkan perintah Allah SWT, serta keluar dari jalan yang benar. Dalam Al-Qur’an dan hadis, fajir digambarkan sebagai sesuatu yang dilarang dan dibenci Allah SWT hingga diancam masuk neraka. Namun, hadis Nabi SAW riwayat Imam Darimi menjelaskan bahwa Allah SWT juga dapat menguatkan agama ini melalui orang fajir. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana mungkin kedurhakaan yang dilarang justru menjadi penguat agama. Penelitian ini bertujuan memahami hadis tersebut secara tekstual dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah library research dengan analisis tahlili, yakni menelaah makna perkata hadis, asbabul wurud, serta aspek-aspek yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ini berkualitas sahih. Secara teks, agama Allah dikuatkan melalui perantara laki-laki fajir. Secara kontekstual, yang dimaksud adalah Qazman Azh-Zhafari, sahabat Nabi pada Perang Khaibar (628 M/6 H) yang berperang gagah berani membela Islam, tetapi kemudian bunuh diri. Secara lahiriah ia berjasa, namun secara syariat termasuk fajir. Hadis ini bersifat khusus, tidak melahirkan hukum taklifi, tetapi memberi pelajaran bahwa pertolongan Allah terhadap agama-Nya bisa melalui siapa saja, meski sifat fajir tetap.
Metodologi dan Sistematika Penulisan Kitab “Hidayah At-Thalibin” Karya Buya Mansur DT. Nagari Basa Fathur Rizki Panjaitan; Muhammad Taufik
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i3.115

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas umat muslim terbanyak di dunia. Dalam hal ini, tentunya tidak dapat kita nafikan adanya peranan ulama-ulama di Indonesia dalam menjaga dan mendakwahkan otentitas hadis itu sendiri. Banyak sudah pertinggal sejarah ulama-ulama di Indonesia dalam bidang hadis sebagai salah satu upaya dalam menjaga dan memperkembangan keilmuan hadis di masyarakat, salah satunya di Sumatera Barat yakni Buya Mansur Dt. Nagari Basa. Dalam hal ini, satu-satunya karya Buya Mansur dalam bidang hadis tertaut dalam kitab hidayah ath-thalibin fi bayan ahadits sayyid al-mursalin. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai kitab hadis tersebut secara metodologi dan sistematika penyusun kitab, agar pembaca paham dan mengerti maksud pembahasan dari kitab tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan (Library Research). Penelitian ini mengemukakan bahwa metodologi penyusun kitab hidayah ath-thalibin merupakan sebuah kumpulan hadis-hadis yang memiliki tema serupa dengan disertai komentar dari berbagai sudut pandang ulama sebagai penjelasan makna dari hadis tersebut dan disusun secara sistematis. Konsep penulisan kitab tersebut dituliskan secara bab per bab dengan berisikan tema-tema tauhid, ibadah, dan beberapa tema lainnya.