Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi telah menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan paradigma baru dalam pengelolaan citra dan reputasi. Reputasi tidak hanya menjadi simbol pengakuan sosial, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual yang melekat pada lembaga tersebut. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi di era modern menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara strategis agar tetap relevan dan kompetitif. Salah satu strategi penting yang perlu dikembangkan adalah branding lembaga pendidikan Islam. Branding bukan hanya sekadar upaya memperkuat citra institusi di mata publik, tetapi juga menjadi sarana untuk menegaskan identitas, nilai-nilai spiritual, dan keunggulan khas lembaga pendidikan Islam di tengah arus globalisasi dan sekularisasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya reputasi sebagai aset spiritual dan sosial serta urgensi branding bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika modernitas. Melalui Metode perpustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan Analisis deskriptif dengan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa reputasi lembaga pendidikan Islam harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, dan kebermanfaatan sosial. Branding yang kuat dan autentik menjadi media untuk memperkuat kepercayaan publik, memperluas jaringan sosial, serta menjaga eksistensi lembaga dalam kompetisi global. Dengan demikian, branding bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi merupakan representasi nilai spiritual dan sosial yang menjadi identitas khas lembaga pendidikan Islam