Orizza Sativa Azahra
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kecerdasan Buatan Sebagai Alat Diagnostik Academic Self Concept (ASC) Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Orizza Sativa Azahra; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat diagnostik dalam mengidentifikasi tingkat Academic Self Concept (ASC) siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Konsep diri akademik merupakan salah satu faktor psikologis yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dengan kemajuan teknologi AI, kini dimungkinkan untuk melakukan diagnosis psikopedagogis berbasis data yang lebih akurat, adaptif, dan real-time. Artikel ini membahas konsep ASC, penerapan AI dalam pendidikan, serta potensi integrasinya dalam pembelajaran PAI sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran berbasis karakter dan spiritualitas. Dalam konteks pembelajaran PAI, pemanfaatan AI dapat membantu guru dalam memahami kondisi emosional, motivasi, serta persepsi diri siswa terhadap kemampuan akademiknya. Melalui analisis data perilaku belajar, seperti interaksi dalam platform digital, waktu pengerjaan tugas, dan respons siswa terhadap materi, AI mampu memberikan gambaran mendalam mengenai tingkat kepercayaan diri akademik siswa. Hasil diagnosis ini dapat digunakan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan spiritual serta intelektual masing-masing individu. Selain itu, penerapan AI dalam PAI juga dapat memperkuat pendekatan humanistik dan religius dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang terus berkembang. Dengan demikian, kolaborasi antara teknologi modern dan nilai-nilai Islam diharapkan mampu mewujudkan pembelajaran yang holistik, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan karakter Islami.